IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.639, Kapitalisasi Pasar Bursa Tembus Rp 11.652 Triliun

IHSG dibuka menguat 0,3 persen ke level 6.639,51 pada perdagangan sesi awal.
Penulis: Redaksi
Selasa, 08 September 2026 | 17:28:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,3 persen ke posisi 6.639,51 pada pembukaan perdagangan Selasa (8/9/2026), ditopang aksi beli investor pada saham perbankan dan sektor pertambangan. Kapitalisasi pasar bursa tercatat mencapai Rp 11.652 triliun dengan total nilai transaksi Rp 2,37 triliun di awal sesi.

Bank Besar dan Emiten Mineral Jadi Motor Penggerak

Empat saham menjadi penopang utama indeks sejak bel pembukaan dibunyikan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melesat 1,51 persen, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 2,04 persen. Adapun PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 0,68 persen dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bertambah 0,59 persen.

Kenaikan saham bank besar sejalan dengan ekspektasi pasar terhadap stabilitas suku bunga acuan Bank Indonesia. Sementara itu, penguatan AMMN mencerminkan optimisme investor terhadap prospek komoditas tambang di tengah permintaan global yang masih solid.

Di sisi lain, tidak semua saham unggulan bergerak seirama. PT Astra International Tbk (ASII) justru terkoreksi 0,61 persen, menahan laju penguatan lebih dalam. Pelemahan ASII menjadi sinyal bahwa sektor otomotif dan alat berat masih diuji oleh daya beli domestik.

Volume Transaksi Capai 6,83 Miliar Saham di Menit Awal

Aktivitas perdagangan pagi ini tercatat cukup cair. Sebanyak 6,833 miliar saham berpindah tangan dengan frekuensi yang terus bertambah sejak pukul 09.00 WIB. Para pelaku pasar tampak merespons positif sentimen eksternal, termasuk data inflasi mitra dagang utama yang dirilis akhir pekan lalu.

Dari sisi teknikal, level 6.639 menjadi area resisten terdekat yang harus ditembus IHSG untuk melanjutkan reli. Jika bertahan di atas level tersebut hingga penutupan, indeks berpeluang menguji zona 6.670—6.700 dalam beberapa sesi ke depan.

Proyeksi Pergerakan IHSG Sepanjang Hari

Tekanan jual asing yang sempat mendominasi pekan sebelumnya mulai mereda. Data perdagangan menunjukkan investor asing tercatat melakukan pembelian bersih di pasar reguler pada pembukaan pagi ini, meskipun nilainya masih tipis.

Katalis lain yang dinanti pasar adalah rilis data neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan pada pekan ini. Konsensus analis memperkirakan surplus neraca dagang masih berlanjut, didorong kinerja ekspor batu bara dan nikel. Angka tersebut akan menjadi penentu arah rupiah dan bursa dalam beberapa hari ke depan.

Sepanjang sesi, investor disarankan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah di atas level psikologis berpotensi memicu aksi ambil untung pada saham-saham yang sudah menguat tajam pagi ini.

Reporter: Redaksi