Trojan Bankir Seluler Naik 2 Kali Lipat di Q1 2026, Kaspersky Beberkan Modus AI

Kaspersky mencatat kenaikan trojan perbankan seluler hingga 52,96 persen dari total aplikasi berbahaya pada kuartal pertama 2026.
Penulis: Mahsyar Hamdani
Selasa, 08 September 2026 | 15:42:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kaspersky mencatat peningkatan signifikan ancaman siber yang menyasar perangkat seluler sepanjang kuartal pertama 2026. Trojan perbankan kini mendominasi 52,96% dari seluruh aplikasi berbahaya yang terdeteksi, melonjak tajam dibanding porsi 31% pada periode yang sama tahun lalu.

Angka ini mengindikasikan pergeseran fokus peretas yang mulai meninggalkan serangan ke PC dan beralih ke smartphone—perangkat yang menyimpan akses ke aplikasi bank, dompet digital, hingga kredensial media sosial pemain.

Kerugian Rata-rata Rp 11,5 Juta per Korban

Studi terpisah Kaspersky bertajuk The Great Messaging Heist membeberkan dampak finansial dari penipuan via aplikasi pesan instan. Satu pesan penipuan yang berhasil menyebabkan kerugian rata-rata USD 733 (sekitar Rp 11,5 juta) bagi korbannya.

Kecepatan menjadi senjata utama pelaku. Sebanyak 52% penipuan yang sukses menguras uang atau data korban terjadi dalam waktu kurang dari 30 menit sejak kontak pertama—terlalu cepat bagi korban untuk berpikir jernih atau berkonsultasi dengan pihak bank.

Modus AI: Teks Palsu hingga Deepfake

Dari total korban yang disurvei, 66% meyakini pelaku menggunakan kecerdasan buatan untuk melancarkan aksinya. Bentuk eksploitasi AI yang paling umum adalah narasi pesan bertulisan AI (42%), peniruan suara AI (31%), serta rekayasa video atau foto deepfake (25%).

Head of Consumer Channel APAC Kaspersky, Choon Hong Chee, menjelaskan penjahat siber kini menyalahgunakan layanan daring yang sah serta teknik bertahap (multi-stage attack) untuk menghindari sistem deteksi. Serangan sering kali diawali dari file atau aplikasi yang tampak aman sebelum akhirnya mengeksekusi aktivitas berbahaya.

Ancaman dari Dalam: Malware Tertanam di Firmware

Selain Trojan yang menyamar sebagai aplikasi, Kaspersky menemukan 439 sampel Trojan ransomware seluler dari total 306.070 paket instalasi berbahaya di Q1 2026. Lebih mengkhawatirkan lagi, ancaman backdoor pra-instal seperti Triada dan Keenadu yang ditanamkan langsung ke firmware perangkat saat proses manufaktur pabrik menjadi varian yang paling sering mengintai pengguna.

Sepanjang kuartal tersebut, Kaspersky memblokir lebih dari 2,67 juta serangan berbasis malware, adware, dan perangkat lunak tidak diinginkan secara global.

Langkah Mitigasi untuk Gamer dan Pengguna Mobile

Bagi komunitas gaming yang kerap mengunduh aplikasi tidak resmi untuk akses awal game atau item gratis, risiko ini patut diwaspadai. Kaspersky merekomendasikan beberapa langkah mitigasi:

  • Unduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play Store atau App Store.
  • Hindari klik pada tautan atau penawaran promosi mencurigakan yang tersebar di Discord, WhatsApp, atau media sosial.
  • Rutin memperbarui sistem operasi (OS) dan aplikasi ke versi terbaru untuk menutup celah keamanan.
  • Verifikasi ulang setiap permintaan informasi pribadi atau OTP yang diterima via aplikasi pesan.
  • Pasang solusi keamanan atau antivirus khusus seluler secara aktif.

Dengan maraknya peretasan seluler di kawasan Asia Tenggara, perlindungan perangkat pintar kini menjadi kebutuhan pokok, bukan sekadar fitur opsional. Pemain yang rutin bertransaksi untuk top-up diamond, skin, atau battle pass harus memastikan perangkatnya bersih dari aplikasi berbahaya sebelum memasukkan kredensial akun.

Reporter: Mahsyar Hamdani