RI dan Rusia Perkuat Kerja Sama Strategis di Enam Sektor
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kemitraan strategis bilateral Indonesia dan Rusia kini mencakup enam sektor ekonomi dan pertahanan. Kesepakatan tersebut diputuskan dalam lawatan diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok, Rusia, pada 2-3 September 2026. Pertemuan ini menghasilkan komitmen percepatan perdagangan bebas hingga rencana penanaman modal industri.
Akselerasi Perdagangan Bebas dan Proyek Pupuk
Sebagai tindak lanjut konkret pertemuan bilateral, delegasi kedua pihak sepakat mempercepat rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan kawasan Eurasia. Kesepakatan dagang ini dirancang untuk mempermudah akses pasar serta memperluas pertukaran komoditas unggulan.
Kerja sama sektor industri juga mulai diwujudkan melalui rencana investasi PT Pupuk Indonesia di Rusia. Kedua negara sepakat segera menjalankan joint study atau kajian bersama guna mematangkan proyek strategis tersebut.
Kajian teknis bersama ini bakal menguji kelayakan pasokan serta kepastian penanaman modal. Sektor pupuk dinilai krusial untuk menopang ketahanan pangan nasional.
Peluang Rantai Pasok dan Ketahanan Industri
Langkah diplomasi ekonomi di Vladivostok diharapkan membuka kran investasi dua arah secara signifikan. Masuknya modal dan teknologi baru dinilai vital guna memperkuat ketahanan bahan baku serta industri manufaktur di dalam negeri.
Sektor energi nasional juga ditargetkan makin mantap melalui kepastian rantai pasok jangka panjang. Fondasi kerja sama ini bertumpu pada hubungan historis Indonesia dan Rusia yang telah terbangun selama lebih dari lima dasawarsa.
Di hadapan para pelaku bisnis, Presiden Prabowo secara terbuka mengundang kalangan pengusaha Rusia untuk menanamkan modal di Indonesia. Geopolitik global saat ini dipandang sebagai momentum strategis bagi Indonesia dalam mengamankan jejaring pasok kebutuhan domestik.