22 Orang Tewas Terjebak Kebakaran Pesta Pernikahan di Kinshasa Kongo, Akses Evakuasi Hanya Satu Pintu
MANADO — Tragedi maut menimpa para tamu undangan pesta pernikahan di Ibu Kota Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, setelah kobaran api melalap seluruh bangunan gedung resepsi. Sedikitnya 22 orang dilaporkan tewas di lokasi kejadian, sementara puluhan korban luka dilarikan ke fasilitas medis.
Peristiwa nahas tersebut dikonfirmasi oleh otoritas setempat setelah proses penanganan awal di lapangan berhasil dilakukan pada Sabtu pagi waktu setempat.
"Berdasarkan laporan awal, hingga Sabtu pagi, 5 September 2026, tercatat 22 orang tewas dan sejumlah besar korban luka dilarikan ke rumah sakit," kata Wali Kota Lingwala Norbert Mushiga Nzindula kepada portal berita Actualite.
Akses Pintu Keluar Sempit Picu Kepanikan Massal
Otoritas wilayah Lingwala menyebutkan tingginya fatalitas dalam insiden ini berkaitan langsung dengan tata ruang dan akses penyelamatan gedung. Saat api mulai membesar, ratusan tamu berdesakan menuju jalan keluar yang sangat terbatas.
Laporan awal mengindikasikan evakuasi para tamu terhambat karena gedung tersebut hanya menyediakan satu pintu keluar. Kondisi pintu yang sempit memperparah situasi ketika ruangan mulai dipenuhi asap pekat.
Tamu undangan yang panik saling berebut keluar untuk menyelamatkan diri, membuat arus pergerakan massa terkunci di satu titik sebelum berhasil menjauh dari kobaran api.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki Otoritas
Hingga saat ini, penyelidikan mengenai sumber api yang membakar gedung resepsi pernikahan tersebut masih terus berjalan. Pihak berwenang setempat belum merilis keterangan resmi terkait pemicu utama percikan api pertama di dalam gedung.
Fokus penanganan darurat saat ini dipusatkan pada perawatan intensif bagi korban luka di rumah sakit rujukan serta pendataan menyeluruh para korban meninggal dunia.