Dana Negara Rp 600 Miliar untuk "Hilltop Girls", Kelompok Wanita di Balik "Soft Settlement" Israel

Puluhan anak-anak terlihat di permukiman Maoz Esther, yang dikenal sebagai "Bukit Para Perempuan", di timur Ramallah.
Penulis: Muzakir Salim
Kamis, 03 September 2026 | 21:11:02 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Di bukit-bukit gersang sebelah timur Ramallah, Kota Maoz Esther kini dihuni 17 keluarga dan lebih dari 50 anak-anak. Kawasan yang dijuluki "Bukit Para Perempuan" itu telah melampaui ukuran permukiman Kochav HaShahar, permukiman resmi Israel seluas 235 hektare yang berdiri di dekatnya.

Maoz Esther bukan kasus tunggal. Kelompok ini memanggul misi ideologis "Israel Raya" yang membentang hingga Mesir, Yordania, Lebanon, dan Semenanjung Arab—lebih luas dari batas historis Palestina.

Kombinasi Strategi: Aktivitas Sehari-hari dan Serangan Kekerasan

Berbeda dari pendahulunya yang terkenal dengan aksi pogrom, "Hilltop Girls" memilih jalur berbeda: memasak, menjemur pakaian, dan membesarkan anak di tenda-tenda darurat. Mereka menghindari kekerasan terbuka namun menempati lahan Palestina secara sistematis.

Strategi ini berjalan paralel dengan kekerasan yang tetap berlanjut. Pemimpin Hilltop Youth, Elisha Yered, menyatakan dalam podcast bahwa kelompoknya bangga memulai gesekan. "Bahkan tentara pun ikut dalam gesekan itu," katanya seperti dikutip dalam laporan yang dirilis pekan ini.

perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat setidaknya 2.806 serangan pemukim antara Januari 2025 dan Mei 2026—rata-rata lima insiden per hari. Sepanjang 2026 saja, aksi sistematis ini memaksa hampir 2.000 warga Palestina meninggalkan rumah mereka.

Peran Negara: Teater Pembongkaran dan Subsidi Publik

Organisasi hak asasi manusia Israel, B'Tselem, menyebut penggerebekan polisi yang sesekali membongkar pos-pos liar itu sebagai "pertunjukan teatrikal yang terkoordinasi". Faktanya, menurut B'Tselem, sebagian besar pos terluar menikmati dukungan langsung dari militer Israel melalui pasokan air, listrik, dan jaringan jalan khusus.

Administrasi Sipil Israel menyediakan perlindungan militer untuk outpost-outpost tersebut. Sementara itu, hampir US$40 juta dialokasikan untuk subsidi makanan dan pakaian bagi anggota Hilltop Youth.

Di tingkat legislatif, Knesset memajukan rancangan undang-undang yang mengizinkan warga Yahudi membeli tanah di Tepi Barat secara bebas. RUU ini melindungi pembelian tersebut bahkan jika perjanjian politik masa depan disepakati.

Bantahan dan Klaim Pemerintah Israel

Pejabat keamanan Israel membantah tuduhan bahwa negara mendanai atau melindungi aktivitas yang mereka sebut sebagai pelanggaran hukum. Menurut mereka, pembongkaran outpost ilegal dilakukan rutin dan tindakan terhadap pemukim yang melanggar aturan ditangani sesuai prosedur.

Namun, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz baru-baru ini menyatakan di hadapan partainya: "Saya membatalkan, atas inisiatif saya sendiri, semua perintah administratif terhadap pemukim di Tepi Barat." Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir secara aktif mendukung pos-pos terluar tersebut.

Masa Depan Negara Palestina di Tengah Ekspansi

Outpost Or Ahuvia yang berdiri sejak 2023 dekat permukiman Ofra mencerminkan rencana jangka panjang: menghubungkan lebih dari 20 pos terluar ke Ofra untuk membentuk jaringan permukiman terpadu. Targetnya menampung ribuan keluarga Yahudi baru dalam beberapa tahun ke depan.

Kementerian Luar Negeri Palestina dan PBB berulang kali menyatakan bahwa perampasan lahan yang terus-menerus ini secara fundamental merusak kemungkinan berdirinya negara Palestina yang layak. Para aktivis hak asasi manusia menilai kelompok "Hilltop Girls" sama ilegalnya dengan kelompok ekstremis kekerasan karena mengubah lahan penggembalaan Palestina menjadi permukiman penuh yang melanggar hukum internasional.

Reporter: Muzakir Salim