Kemenkes Sebar 5,3 Juta Masker untuk 5,4 Juta Warga Terdampak Karhutla di 7 Provinsi, Stok Tersisa 2,7 Juta
JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan cadangan masker untuk wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mencukupi di tengah meluasnya paparan asap yang memengaruhi jutaan warga. Hingga saat ini, pemerintah telah menyalurkan 5,3 juta masker ke tujuh provinsi yang berstatus siaga darurat, sementara 2,7 juta masker lainnya masih tersimpan di gudang provinsi.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, pendistribusian dilakukan secara bertahap menyusul memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah. "Total ada 5,3 juta masker yang sudah kita bagikan kepada daerah karhutla yang sudah berdampak. Ini stok masker di provinsi, masih cukup, stok masker di provinsi masih 2,7 juta," kata Dante di Jakarta, Jumat (28/8).
Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Dante menegaskan, penggunaan masker menjadi langkah perlindungan utama bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan kualitas udara buruk. Ia mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan guna menekan risiko gangguan pernapasan akibat menghirup asap dalam durasi panjang.
"Perlindungan terbaik hanya dengan menggunakan masker dan menjaga supaya tidak beraktivitas di luar ruangan di daerah yang kualitas udaranya buruk," ujarnya. Pemerintah berharap upaya pemadaman yang terus dilakukan dapat menekan polusi sehingga kebutuhan masker di masyarakat berangsur menurun.
4.082 Kasus ISPA Tercatat di Wilayah Terdampak
Data Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes per 27 Agustus 2026 mencatat adanya 4.082 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla. Secara kumulatif, jumlah kasus di wilayah yang sama mencapai 13.449 kasus sejak peningkatan kejadian karhutla dimulai pada Juni 2026.
Selain ISPA, Kemenkes juga memantau perkembangan penyakit lain yang berpotensi meningkat akibat paparan asap, seperti pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit. Surveilans kualitas udara terus dilakukan dan surat kewaspadaan telah diterbitkan sebagai langkah antisipasi.
Konsentrator Oksigen Disiagakan untuk Antisipasi Gangguan Napas
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien gangguan pernapasan, Kemenkes turut memasok konsentrator oksigen ke sejumlah lokasi yang membutuhkan. Peralatan medis ini disiapkan agar kebutuhan oksigen dapat segera dipenuhi apabila terjadi peningkatan kasus di rumah sakit rujukan.
Di sisi pelayanan, pemerintah menyiagakan Public Safety Center (PSC), pos pelayanan kesehatan, dan rumah sakit rujukan di tiap daerah. Mobilisasi bantuan logistik juga diperkuat untuk memastikan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak tidak kekurangan alat dan bahan medis.
Kualitas Udara Pontianak Masuk Kategori Berbahaya
Tujuh provinsi yang menetapkan status siaga darurat karhutla meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah masih menjadi perhatian serius pemerintah.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 27 Agustus 2026, Kota Pontianak di Kalimantan Barat mencatat skor 328 yang masuk kategori berbahaya. Masyarakat di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan langsung terhadap asap, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Kemenkes terus mengidentifikasi kebutuhan kesehatan di setiap provinsi, kabupaten, dan kota yang terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan masker sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan kesehatan saat terjadi kabut asap.