Penjualan Mobil Hybrid Tumbuh 40 Persen, Airlangga: Masyarakat Mulai Sadar

Penjualan mobil hybrid nasional tercatat tumbuh 40 persen pada paruh pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penulis: Muzakir Salim
Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:03:31 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.IDJakarta — Tren kendaraan elektrifikasi di pasar otomotif nasional menunjukkan pergeseran signifikan. Data pemerintah mencatat pertumbuhan penjualan mobil hybrid mencapai 40 persen pada paruh pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Airlangga Hartarto mengaitkan lonjakan ini dengan perubahan perilaku konsumen. Menurutnya, kalkulasi ekonomi pengguna terhadap harga BBM nonsubsidi yang fluktuatif menjadi salah satu pemicu utama peralihan ke teknologi elektrifikasi.

"Dengan harga BBM nonsubsidi ikut fluktuasi harga, maka masyarakat juga melihat bahwa penggunaan electric vehicle (EV) itu akan menghemat biaya. Maka di semester satu ini peningkatan pertumbuhan daripada kendaraan yang berbasis pada hybrid itu 40 persen dibandingkan tahun lalu. Jadi ini sebuah angka yang sangat baik, berarti masyarakat sudah ada kesadaran untuk menggunakan tenaga listrik," kata Airlangga dalam siaran persnya, Kamis (27/8/2026).

Hybrid Jadi Jembatan Menuju Mobil Listrik Murni

Di sektor kendaraan penumpang, teknologi hybrid diposisikan sebagai langkah transisi menuju kendaraan listrik berbasis baterai penuh. Pemerintah menilai pertumbuhan segmen ini turut memperkuat struktur industri otomotif domestik, bukan sekadar meningkatkan volume penjualan.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa transformasi transportasi rendah emisi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara penguatan energi domestik, investasi, infrastruktur, serta industri dan rantai pasok nasional.

"Transformasi transportasi rendah emisi bukan hanya mengenai perubahan teknologi kendaraan, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem yang mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Dengan dukungan energi, infrastruktur, industri, dan rantai pasok yang semakin kuat, transisi ini dapat sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan memperkuat daya saing Indonesia," ujar Haryo.

Fasilitas Dukungan Diarahkan ke Ekosistem Mobil Nasional

Kebijakan lanjutan pemerintah akan memfokuskan penyesuaian fasilitas untuk memperkuat ekosistem Mobil Nasional dan Motor Listrik Nasional. Targetnya jelas: meningkatkan kandungan lokal dan nilai tambah domestik di setiap unit yang diproduksi di dalam negeri.

Selain kendaraan elektrifikasi, pemerintah juga memperluas pemanfaatan biodiesel 50 persen (B50). Pengembangan kendaraan listrik, bahan bakar nabati, hingga teknologi hidrogen disebut sebagai bagian dari strategi komprehensif menekan emisi sektor transportasi.

Dengan kombinasi insentif dan penguatan industri, pemerintah optimistis pertumbuhan kendaraan hybrid tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga mampu mendorong ekosistem otomotif nasional yang lebih mandiri dan kompetitif di kawasan.

Reporter: Muzakir Salim