Titik Panas Karhutla Kalteng Tembus 3.947, 515 Warga Kobar Terjangkit ISPA

Petugas pemadaman memfokuskan operasi darat di tiga kabupaten dengan konsentrasi titik api terbesar di Kalimantan Tengah.
Penulis: Saifuddin Wahid
Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:01:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Lonjakan titik panas terjadi signifikan hanya dalam kurun 24 jam. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan data ini berdasarkan pemantauan sistem SiPongi Kementerian Kehutanan pada 26 Agustus pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.

"Untuk Kalimantan Tengah titik hotspot juga naik sebesar 1.837 menjadi titik hotspotnya menjadi 3.947," kata Berton dalam konferensi pers, Kamis (27/8).

Luas Lahan Terbakar Capai 7.634 Hektare

Selain titik panas, BNPB mendeteksi 81 titik api (firespot) dengan indikasi luas lahan terbakar mencapai lebih dari 7.634 hektare. Jarak pandang di sejumlah wilayah terdampak kabut asap juga dilaporkan menurun drastis hingga tersisa empat kilometer.

Operasi pemadaman darat difokuskan di tiga kabupaten dengan konsentrasi api terbesar, yakni Pulang Pisau, Seruyan, dan Kapuas. Upaya yang dilakukan meliputi pemadaman langsung, pembatasan penjalaran api, serta pendinginan lahan gambut yang berpotensi memantik api kembali.

Kabut Asap Picu Ledakan Kasus ISPA di Kobar

Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat mencatat tren kasus ISPA meningkat tajam pada minggu ke-28 hingga minggu ke-32. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kobar, Jhonferi Sidabalok, menyebut lonjakan ini berkorelasi langsung dengan intensitas kabut asap yang menyelimuti wilayahnya.

"Tren kasus ISPA menunjukkan pola fluktuatif dengan peningkatan yang cukup nyata pada minggu ke-28 sampai minggu ke-32. Dinas Kesehatan mencatat sekitar 515 kasus ISPA hanya dalam satu pekan," ujar Jhonferi, Rabu (26/8).

Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring meluasnya sebaran titik api. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi perhatian utama petugas kesehatan setempat.

Tantangan Pemadaman di Lahan Gambut

Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar di bawah permukaan menjadi kendala klasik dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Api yang membara di lapisan tanah sulit terdeteksi dari udara dan kerap kembali menyala setelah pemadaman permukaan dianggap selesai.

BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk memperketat patroli terpadu dan mengaktifkan pos komando penanganan karhutla di tingkat desa. Koordinasi lintas instansi disebut krusial untuk mencegah meluasnya dampak kesehatan dan kerugian ekologis yang lebih besar.

Reporter: Saifuddin Wahid