Kemarau Panjang di Bojongsari Depok, Warga Antre Bantuan Air Bersih Imbas Kekeringan
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Antrean panjang warga terlihat sejak pagi di titik distribusi bantuan air bersih di Kelurahan Curug. Mereka membawa galon dan jeriken untuk diisi, berharap kebutuhan air minum dan memasak sehari-hari tetap terpenuhi di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Kebutuhan Air Mendesak di Tengah Kemarau
Kekeringan yang melanda Bojongsari bukan hanya mengeringkan sumur warga, tetapi juga mengganggu aktivitas harian. Warga yang biasanya mengandalkan sumur pribadi atau fasilitas umum kini harus bergantung pada pasokan dari luar.
Situasi ini memaksa warga untuk mengatur ulang prioritas penggunaan air. Air bersih yang didapat dari bantuan difokuskan untuk kebutuhan paling vital, seperti minum dan memasak, sementara kebutuhan lain seperti mencuci terpaksa dikesampingkan.
Langkah Penanganan dan Imbauan Pemerintah
Pemerintah Kota Depok melalui instansi terkait telah merespons keluhan warga dengan mengirimkan armada tangki air ke lokasi terdampak. Pendistribusian dilakukan secara bertahap untuk menjangkau seluruh RW yang mengalami kekeringan.
Warga berharap bantuan air bersih ini dapat terus berlanjut hingga musim hujan tiba. Mereka juga meminta pemerintah mempercepat solusi jangka panjang, seperti perbaikan jaringan pipa atau pembuatan sumur bor dalam, agar ketergantungan pada bantuan air bisa segera berakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan sejumlah wilayah di Pulau Jawa, termasuk Jabodetabek, akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus hingga September. Masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan efisien selama periode kritis ini.