Grand Final Putra Putri Wisata Indonesia 2026 Digelar di Cirebon, Angkat Budaya Kasepuhan
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Cirebon resmi masuk peta penyelenggaraan ajang pariwisata nasional. Grand Final Pemilihan Putra Putri Wisata Indonesia 2026 berlangsung di Patra Park, Kedawung, dan menobatkan para duta wisata baru yang akan bertugas selama satu tahun ke depan.
National Director Putra Putri Wisata Indonesia, Rivaldoni, menyebut pemilihan Cirebon bukan tanpa alasan. Kekayaan budaya kota ini dinilai relevan dengan tema tahun ini.
"Di tahun ini kita mengangkat kebudayaan Cirebon sebagai salah satu sampel keberagaman budaya Indonesia," ujarnya usai acara grand final.
Mengapa Cirebon Dipilih Setelah Bali dan Jakarta?
Rivaldoni menjelaskan bahwa penyelenggaraan di Cirebon merupakan strategi promosi destinasi yang sengaja digeser dari pola sebelumnya. "Biasanya kita mengadakan di Bali, di Jakarta, dan tahun ini di Cirebon," katanya.
Daya tarik Cirebon tidak hanya terletak pada alam atau kulinernya. Kota ini memiliki kebudayaan yang tumbuh erat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari, sebuah nilai yang jarang ditemukan di kota-kota besar lain.
30 Finalis dari Sabang sampai Merauke Jalani Karantina Budaya
Sebanyak 50 peserta mengikuti tahap awal secara daring. Setelah seleksi, 30 finalis dari berbagai daerah di Indonesia terpilih menjalani karantina di Kota Cirebon, terbagi dalam dua kategori: remaja dan dewasa.
Selama karantina, para finalis tidak hanya mengikuti kompetisi di atas panggung. Mereka diajak mengikuti kegiatan di Keraton Kasepuhan dan menghadiri gala dinner di Bale Gamelan.
"Banyak kegiatan yang berkaitan dengan culture yang mereka lakukan. Memang Cirebon ini sebagai representasi budaya yang kita angkat tahun ini," jelas Rivaldoni.
Pengalaman langsung ini dirancang agar para finalis mengenal budaya Cirebon secara mendalam, bukan sekadar seremonial. Saat kembali ke daerah masing-masing, mereka diharapkan menjadi promotor destinasi secara organik.
Pemenang Putri Siap Berlaga di Ajang Internasional 2026
Selain menyandang gelar nasional, pemenang kategori putri akan dipersiapkan mewakili Indonesia di sejumlah ajang internasional pada 2026. Mereka dijadwalkan berlaga di Miss Universal Woman, Miss Heritage, dan Miss Glamour Look yang digelar di beberapa negara Asia.
Promosi pariwisata tidak berhenti setelah grand final usai. Para pemenang akan menjalankan program kerja selama masa bakti dengan menggandeng berbagai pihak.
"Selama masa bakti, kita punya program kerja yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan pariwisata daerah dan juga pariwisata nasional," kata Rivaldoni.
Mereka juga akan terlibat dalam agenda nasional serta kegiatan bersama merek dan komunitas. Pola ini menegaskan bahwa ajang Putra Putri Wisata bukan sekadar kontes kecantikan, melainkan bagian dari strategi promosi pariwisata yang terstruktur.
Bagi Anda yang berencana berkunjung ke Cirebon, kawasan Patra Park dan Keraton Kasepuhan bisa menjadi titik awal eksplorasi budaya. Keduanya mudah diakses dari pusat kota dan menawarkan pengalaman arsitektur serta sejarah yang khas. Informasi terkini mengenai jadwal kegiatan budaya di Keraton Kasepuhan dapat dikonfirmasi langsung melalui dinas pariwisata setempat sebelum kunjungan Anda.