Rating FC 27: Emil Audero 79, Kiper Timnas Indonesia Jadi yang Tertinggi di ASEAN

Emil Audero Mulyadi mencatatkan rating tertinggi di antara pemain ASEAN pada FC 27 dengan nilai 79.
Penulis: Saifuddin Wahid
Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:01:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Pencapaian ini menegaskan posisi Emil sebagai salah satu penjaga gawang terbaik yang dimiliki kawasan Asia Tenggara. Pengalamannya berlaga di kompetisi elite Eropa menjadi modal utama yang membuat nilai pasarnya di dalam gim melesat dibandingkan pemain lain dari negara tetangga.

Daftar Rating Pemain ASEAN di FC 27: Indonesia Mendominasi

Dari sepuluh besar pemain ASEAN dengan rating tertinggi, nama-nama Indonesia mendominasi. Selain Emil dan Kevin Diks, ada Jay Idzes yang menempati peringkat ketiga dengan nilai 75, disusul Calvin Verdonk di angka 73.

Berikut rincian lengkap rating tertinggi pemain ASEAN di FC 27:

  • Emil Audero Mulyadi (Como/Indonesia): 79
  • Kevin Diks (Borussia Monchengladbach/Indonesia): 77
  • Jay Idzes (Sassuolo/Indonesia): 75
  • Calvin Verdonk (Lille/Indonesia): 73
  • Raphael Obermair (Padeborn/Filipina): 72
  • Mees Hilgers (Twente/Indonesia): 71
  • Maarten Paes (Ajax/Indonesia): 71
  • Gerrit Holtmann (VfL Bochum/Filipina): 70
  • Dean James (Go Ahead Eagles/Indonesia): 69
  • Joey Pelupessy (Lommel/Indonesia): 67

Masih ada sederet nama lain seperti Ole Romeny (Fortuna Sittard), Miliano Jonathans (Utrecht), dan Nicholas Mickelson (Elversberg) yang juga masuk dalam daftar pemain ASEAN dengan nilai kompetitif.

Karier Emil Audero: dari Raksasa Italia ke Como

Rating tinggi ini tidak lepas dari rekam jejak Emil di sepak bola Italia. Kiper kelahiran Mataram ini pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti Juventus, Sampdoria, dan Inter Milan sebelum akhirnya menetap di Como.

Musim 2025/2026, Emil menjalani masa pinjaman di Palermo. Meski berstatus pelapis di skuad utama, peluang bermainnya tetap terbuka lebar karena Como bakal tampil di tiga kompetisi sekaligus: Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia.

Jadwal padat tersebut membuat rotasi pemain menjadi keniscayaan. Situasi ini justru menjadi keuntungan bagi Emil untuk membuktikan kualitasnya di level tertinggi Eropa, sekaligus menjaga performanya menjelang agenda internasional bersama Timnas Indonesia.

Reporter: Saifuddin Wahid