BNPB Catat 103 Korban Jiwa Gempa NTT, Lansia dan Perempuan Paling Banyak Terdampak
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa angka ini bertambah tiga jiwa dari catatan sebelumnya yang mencapai 100 orang pada Senin (24/8). "Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami," ujarnya dalam konferensi pers penanganan gempa NTT yang dipantau secara daring.
Gempa bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA itu memicu kerusakan di sejumlah kabupaten. BNPB merinci sebaran korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 41 orang, disusul Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.
Rentang Usia Korban dan Data Korban Luka
Berdasarkan kelompok umur, BNPB mencatat korban jiwa didominasi kelompok lansia dengan persentase 45 persen. Kelompok dewasa menyumbang 37 persen, anak dan remaja 12 persen, sedangkan sisanya merupakan balita dan batita.
BNPB menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, tetangga, kerabat, serta seluruh masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.
Kabupaten Manggarai Timur Catat Korban Luka Terbanyak
Untuk korban luka-luka, BNPB mencatat sebanyak 1.666 orang hingga hari ini. Jumlah ini meningkat dari catatan Senin (24/8) yang mencapai 1.603 jiwa.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak. Sebanyak 239 orang dilaporkan mengalami luka berat dan 404 orang menderita luka ringan di daerah tersebut.
Berton menjelaskan bahwa pemutakhiran data korban terus dilakukan oleh BNPB seiring dengan adanya laporan tambahan dari wilayah terdampak gempa. Proses verifikasi dan pendataan masih berlangsung di lapangan untuk memastikan akurasi informasi dari setiap kabupaten yang terkena dampak.