Pj Sekot Palopo Andi Poci Buka Suara soal Seringnya Wali Kota Naili ke Jakarta: Lobi Anggaran, Ini Hasil Proyeknya

Pj Sekot Palopo Andi Poci menegaskan kunjungan Wali Kota Naili ke Jakarta merupakan agenda resmi untuk melobi anggaran pembangunan di kementerian.
Penulis: Saifuddin Wahid
Minggu, 23 Agustus 2026 | 03:11:01 WIB

PALOPO — Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo memastikan berbagai kunjungan Wali Kota Naili Trisal ke Jakarta merupakan agenda resmi pemerintahan, bukan kepentingan pribadi. Penjabat Sekretaris Kota (Pj Sekot) Andi Poci menegaskan perjalanan tersebut difokuskan untuk melobi anggaran pembangunan di sejumlah kementerian di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional.

"Ibu wali sering ke Jakarta, bukan pulang ke rumahnya. Tapi urusan dinas untuk lobi anggaran proyek pembangunan di kementerian," jelas Andi Poci dalam keterangan tertulis yang diterima media, Sabtu (22/8/2026).

Daftar Proyek Hasil Lobi ke Pemerintah Pusat

Upaya tersebut dinilai telah membuahkan hasil nyata bagi infrastruktur Kota Idaman. Berikut sejumlah proyek yang disebut-sebut sebagai buah dari lobi tersebut:

  • Pembangunan jaringan pipa air PDAM di kawasan Battang.
  • Proyek peningkatan kapasitas IPAM di Bambalu, Batu Papan.
  • Sejumlah paket proyek Infrastruktur Jalan Daerah (Janda) yang sebagian sudah dikerjakan dan sebagian masih berproses.

Dalam kesempatan itu, Andi Poci juga mengapresiasi peran anggota DPR RI Andi Iwan Aras yang disebut turut membantu mendatangkan anggaran pembangunan ke Palopo. Menariknya, dukungan tersebut diberikan meskipun Luwu Raya bukan daerah pemilihan (dapil) Andi Iwan Aras.

"Semua itu berkat dukungan dari anggota DPR-RI, Andi Iwan Aras. Walaupun Luwu Raya bukan dapilnya, tapi beliau banyak membantu mendatangkan anggaran pembangunan di Palopo. Ini yang patut kita apresiasi kepada beliau," ujarnya.

Manajemen Talenta Gantikan Pola Lelang Jabatan

Di luar persoalan infrastruktur, Andi Poci membeberkan rencana perubahan sistem pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Palopo. Sistem lelang jabatan konvensional akan segera digantikan dengan skema manajemen talenta yang dijadwalkan mulai diterapkan pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Dengan sistem baru ini, penempatan pejabat tidak lagi semata berdasarkan hasil uji kompetensi sesaat, melainkan dirancang berbasis rekam jejak, riwayat pendidikan, dan pengalaman jabatan. Andi Poci mencontohkan, jabatan teknis seperti Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) nantinya wajib diisi oleh pejabat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang linear.

"Sehingga tidak ada lagi sarjana agama atau sarjana pendidikan yang jadi Kadis PU atau jabatan teknis lainnya," tegasnya.

Nasib Tender Jembatan Merah dan Enam Kursi Eselon II

Menjawab pertanyaan wartawan, Andi Poci memastikan proses tender proyek pembangunan Jembatan Merah masih berjalan. Pihaknya berharap pekerjaan fisik segera dapat dimulai setelah proses administrasi tuntas.

"Tender Jembatan Merah sedang diproses sehingga tidak lama lagi dikerjakan," ungkapnya.

Sementara itu, terkait pengisian enam jabatan eselon II yang selama ini kosong, Pemkot Palopo telah mengajukan usulan untuk mendapatkan pertimbangan teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Andi Poci menyebut proses lelang jabatan baru bisa dieksekusi setelah Pertek tersebut terbit.

"Kalau sudah ada Pertek, lelang jabatan sudah bisa dilaksanakan," jelasnya.

Reporter: Saifuddin Wahid