Operasi Modifikasi Cuaca IKN di Tengah Kemarau, BMKG Balikpapan: Peluang Sukses Baru 30 Persen
BALIKPAPAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan menyebut efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Timur tengah berada di titik terendah. Kepala BMKG Balikpapan Djoko Sumardiono mengungkapkan, dalam hampir dua pekan terakhir, sebagian besar wilayah Kaltim nyaris tanpa hujan signifikan sehingga pertumbuhan awan yang layak disemai sangat terbatas.
"Dalam hampir dua minggu terakhir, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur tidak mengalami hujan. Pertumbuhan awan yang muncul juga relatif terbatas dan umumnya tidak mengandung cukup uap air untuk menghasilkan hujan yang optimal," ujar Djoko dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Pola Awan Pagi Hari yang Menyulitkan Teknis Penyemaian
Djoko menjelaskan, awan yang terbentuk beberapa hari terakhir umumnya muncul pada pagi hari dan langsung menghilang menjelang siang. Kondisi ini mempersempit jendela waktu bagi tim untuk melakukan penyemaian garam ke atmosfer.
Berdasarkan pemantauan bersama tim pelaksana, potensi awan pada hari pertama operasi sebenarnya terdeteksi di wilayah perbatasan utara Kalimantan Timur. Namun, arah pergerakannya justru menjauh dari target operasi.
"Secara teknis awan yang muncul cukup baik untuk dilakukan penyemaian. Namun pergerakannya justru menuju wilayah utara sehingga tidak sejalan dengan target wilayah yang ingin mendapatkan tambahan curah hujan," jelasnya.
Delapan Ton Garam Disiapkan, Keberhasilan Tetap di Tangan Cuaca
Meski peluangnya tipis, tim pelaksana tetap menyiapkan sekitar delapan ton bahan semai berupa garam atau natrium klorida (NaCl). Jumlah tersebut dinilai masih fleksibel dan dapat ditambah jika kondisi lapangan berubah mendukung.
Djoko menegaskan bahwa keberhasilan OMC sepenuhnya bergantung pada ketersediaan awan yang memenuhi syarat. Saat musim kemarau seperti sekarang, jumlah awan potensial memang jauh lebih sedikit dibandingkan musim hujan.
BMKG Balikpapan memastikan akan terus melakukan pemantauan harian untuk mencari celah pertumbuhan awan selama masa operasi berlangsung. Setiap potensi yang layak semai akan langsung dieksekusi tim di lapangan.