OJK Sumatera Utara Buka 420 Rekening SimPel untuk Pelajar di Medan, Targetkan Budaya Menabung Sejak Dini
MEDAN — Sebanyak 420 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) resmi dibuka bagi pelajar di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Medan. Langkah ini menjadi bukti nyata perluasan akses keuangan formal di tengah tingginya penetrasi produk keuangan di kalangan generasi muda.
Pembukaan rekening tersebut merupakan rangkaian Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 yang mengusung tema "Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan". Acara berlangsung secara hybrid, dengan lebih dari 500 pelajar dan tenaga pengajar hadir langsung serta lebih dari 2.000 pelajar lainnya mengikuti secara daring dari berbagai kabupaten/kota.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito menegaskan bahwa kepemilikan rekening semata tidak cukup. Menurutnya, pemahaman untuk mengelola uang secara bijak jauh lebih penting daripada sekadar memiliki tabungan.
"Kita dihadapkan pada sebuah fenomena dan tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama. Akses para pelajar terhadap produk keuangan sudah semakin tinggi, namun pemahaman untuk mengelolanya secara bijak masih perlu terus ditingkatkan. Memiliki rekening saja tidak cukup. Yang jauh lebih penting adalah memahami bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi kehidupan mereka ke depan," ujar Triyoga.
Menabung Kecil, Dampak Besar untuk Masa Depan
Triyoga menjelaskan bahwa kebiasaan menabung adalah pintu masuk bagi pelajar untuk mengenal perencanaan keuangan sejak dini. Ia berharap kebiasaan ini berkembang menjadi karakter dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab.
"Mari kita bersama-sama jadikan menabung bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi sebuah budaya yang mengakar kuat. Budaya yang akan membentuk generasi muda Indonesia menjadi generasi yang cerdas, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menambahkan, pengenalan pengelolaan keuangan sejak usia sekolah merupakan investasi penting bagi kualitas sumber daya manusia daerah. Ia mengapresiasi pelaksanaan Puncak HIM sebagai momentum penanaman kebiasaan finansial yang baik.
"Menabung bukan berarti harus menunggu memiliki uang yang banyak. Menabung dapat dimulai dari jumlah yang kecil, dilakukan secara rutin, dan yang paling penting dilakukan dengan tujuan yang baik. Kebiasaan sederhana ini akan membentuk kedisiplinan dan kemampuan anak-anak dalam mengelola keuangannya di masa depan," kata Surya.
Edukasi dan Sinergi TPAKD Perkuat Literasi Pelajar
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar menerima materi edukasi dari OJK bersama perbankan. Materi mencakup perencanaan keuangan sederhana, manfaat menabung, serta pemanfaatan layanan perbankan secara aman dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). OJK Provinsi Sumatera Utara bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Utara berkomitmen memperkuat sinergi perluasan akses produk keuangan formal yang diiringi pemahaman penggunaan yang bijak.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan dukungannya terhadap penguatan literasi keuangan sebagai bagian dari pembangunan kualitas SDM. Generasi muda diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga cakap mengambil keputusan finansial yang tepat di masa depan.