Pencarian

Galeri Prajnaparamita Dibuka di Museum Nasional, Pamerkan Mahakarya Singhasari

Rabu, 14 Oktober 2026 • 10:42:31 WIB
Galeri Prajnaparamita Dibuka di Museum Nasional, Pamerkan Mahakarya Singhasari
Arca Prajnaparamita dipamerkan sebagai koleksi utama Galeri Prajnaparamita di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Galeri Prajnaparamita resmi dibuka di Lantai Ground Gedung B Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, menampilkan arca Prajnaparamita dari era kejayaan Singhasari sebagai koleksi utama. Peresmian dilakukan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Selasa (13/10/2026). Galeri ini buka Selasa-Kamis pukul 08.00-16.00 WIB dan Jumat-Minggu pukul 08.00-20.00 WIB, dengan akses gratis bagi penyandang disabilitas beserta satu pendamping.

Galeri ini didedikasikan khusus untuk menampilkan arca Prajnaparamita, mahakarya dari era Kerajaan Singhasari yang selama ini menjadi salah satu koleksi paling berharga museum.

Mengapa Arca Prajnaparamita Istimewa

Fadli Zon menyebut arca ini sebagai puncak pencapaian seni nenek moyang. "Galeri ini kita tampilkan khusus karena kita menilai dari sekian karya dan mahakarya dari nenek moyang kita, salah satu pencapaian artistik dan estetika yang tertinggi adalah Prajnaparamita," ujarnya kepada wartawan di Museum Nasional Indonesia.

Arca Prajnaparamita ditemukan di kawasan Percandian Singhasari. Sosok dewi digambarkan dalam posisi meditasi vajraparyanka dengan kedua tangan membentuk dharmacakramudra. Di sisi arca terdapat bunga teratai yang menyangga Sutra Prajnaparamita sebagai penanda identitasnya.

Mahkota, perhiasan, hingga motif jlamprang pada busana arca dipahat dengan kehalusan luar biasa. Detail itu dianggap mencerminkan puncak seni keagamaan saat Hindu dan Buddha berkembang berdampingan di bawah pemerintahan Raja Kertanagara pada akhir abad ke-13.

Secara filosofis, Prajnaparamita berasal dari teks sutra Buddha Mahayana yang membahas kebijaksanaan tertinggi. Pesan utamanya mengajarkan bahwa kebijaksanaan sempurna dicapai dengan memahami kekosongan serta melepaskan keterikatan dan kepentingan pribadi.

Fasilitas Ramah Disabilitas

Galeri Prajnaparamita dilengkapi media taktil untuk pengunjung disabilitas. Tersedia buku taktil dalam huruf braille, objek-objek timbul edukatif, serta miniatur arca Prajnaparamita yang dirancang khusus untuk penyandang low vision.

Konsep pengembangan wawasan budaya melalui praktik edukasi inklusif dan inovatif menjadi pendekatan baru Museum Nasional Indonesia. Museum bertransformasi menjadi pusat peradaban yang merangkul semua kalangan.

Jam Buka dan Tiket Masuk

Galeri Prajnaparamita buka Selasa-Kamis pukul 08.00-16.00 WIB dan Jumat-Minggu pukul 08.00-20.00 WIB. Untuk menikmati koleksi arca, pengunjung dikenakan tiket masuk Museum Nasional Indonesia.

Penyandang disabilitas beserta satu orang pendamping dapat masuk secara gratis. Informasi terkini soal tarif dan jadwal dapat dikonfirmasi langsung ke pihak Museum Nasional Indonesia.

Tips Berkunjung

Datang pada hari kerja pagi untuk menghindari keramaian dan punya waktu lebih leluasa mengamati detail pahatan arca. Alokasikan minimal satu jam untuk menjelajahi galeri ini plus koleksi Museum Nasional lainnya di Gedung B.

Galeri Prajnaparamita cocok jadi destinasi wisata budaya akhir pekan di Jakarta, terutama bagi keluarga yang ingin mengenalkan sejarah Singhasari dan seni keagamaan abad ke-13 kepada anak-anak.

Sumber: travel.detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks