Pencarian

Harga Emas Antam Turun Rp15.000 ke Rp2,565 Juta per Gram, Buyback Ikut Terkoreksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 08:21:01 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 ke Rp2,565 Juta per Gram, Buyback Ikut Terkoreksi
Harga emas Antam satu gram turun Rp15.000 menjadi Rp2.565.000 pada perdagangan Kamis (8/10).

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Harga emas Antam ukuran satu gram turun Rp15.000 menjadi Rp2.565.000 pada perdagangan Kamis (8/10), menurut data resmi Logam Mulia Antam. Harga buyback atau pembelian kembali juga melemah ke Rp2.366.000 per gram. Koreksi ini membuat sebagian calon pembeli di daerah, termasuk Batam, menahan diri sebelum bertransaksi.

Penurunan harga emas Antam sebesar Rp15.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.580.000 tercatat dalam daftar resmi Logam Mulia. Harga buyback yang juga turun menjadi Rp2.366.000 per gram mencerminkan pelemahan di sisi jual dan beli sekaligus.

Bagi konsumen yang membeli satu gram, harga setelah pajak penghasilan 0,25 persen menjadi Rp2.571.413. Angka ini menjadi acuan sebelum pembeli menambahkan biaya lain di tingkat toko.

Rincian Harga Emas Antam per Pecahan

Selain ukuran satu gram, Logam Mulia merilis daftar harga untuk sejumlah pecahan lain pada Kamis ini:

  • 0,5 gram: Rp1.332.500
  • 2 gram: Rp5.070.000
  • 5 gram: Rp12.600.000
  • 10 gram: Rp25.145.000
  • 25 gram: Rp62.737.000
  • 50 gram: Rp125.395.000
  • 100 gram: Rp250.712.000

Seluruh harga tersebut merupakan harga dasar sebelum pajak. Untuk pembelian di toko emas, harga bisa berbeda dari acuan nasional karena dipengaruhi jenis produk, kadar kemurnian, biaya pembuatan, dan kebijakan masing-masing pedagang.

Pembeli di Batam Masih Menunggu Arah Harga

Di Kota Batam, Kepulauan Riau, penurunan harga tidak otomatis mendorong lonjakan transaksi. Sebagian konsumen memilih mencermati pergerakan harga lebih dulu sebelum memutuskan membeli.

"Kalau harga emas turun biasanya pembeli masih lihat-lihat dulu, belum langsung beli. Tapi tetap ada juga yang beli untuk investasi jangka panjang," kata Amanto, 33, pegawai Toko Mas Tanjung di kawasan Nagoya, Batam, Kamis (8/10).

Menurut Amanto, konsumen yang datang ke toko umumnya juga menanyakan kadar emas serta perkembangan harga sebelum bertransaksi. Pola ini menunjukkan koreksi harga belum tentu langsung menaikkan volume penjualan.

Sikap berbeda datang dari pelanggan yang sudah terbiasa berinvestasi emas. Kelompok ini berpotensi memanfaatkan momentum koreksi untuk menambah kepemilikan logam mulia.

Donnie, 44, karyawan Toko Emas Banda Baru di Mega Mall Batam Center, menyebut minat beli masyarakat tetap tinggi meski harga bergerak tidak stabil. Jumlah konsumen yang membeli saat itu bahkan lebih banyak dibandingkan yang menjual.

Keterangan para pedagang tersebut menggambarkan kondisi perdagangan pada bulan-bulan sebelumnya, bukan hasil pemantauan langsung pada Kamis (8/10).

Emas Masih Jadi Pilihan Penyimpanan Nilai

Emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi dan penyimpanan nilai yang diminati masyarakat. Karena itu, fluktuasi harga harian menjadi perhatian, terutama bagi mereka yang membeli dalam jumlah kecil secara rutin.

Bagi investor emas jangka panjang, koreksi harga sering dipandang sebagai peluang menambah porsi kepemilikan. Sebaliknya, pembeli musiman cenderung menunggu harga stabil sebelum masuk ke pasar.

Perbedaan respons ini membuat permintaan emas di tingkat ritel tidak selalu bergerak searah dengan harga acuan harian. Faktor psikologis dan ekspektasi arah harga pada hari-hari berikutnya ikut menentukan keputusan transaksi.

Sumber: mediaindonesia.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks