LIPUTANHARIAN.CO.ID — PT Petronas Searah – Ketapang memulai pengeboran Sumur Pengembangan BTJTB-T7 (NZ3) di Wilayah Kerja Ketapang pada 28 September 2026 pukul 15.00 WIB. Sumur infill di Lapangan Bukit Tua itu ditargetkan memasok gas 15 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dari reservoir Kujung-1. Pengeboran menjadi bagian dari upaya kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menjaga produksi gas di lepas pantai timur laut Jawa.
Paragraf pembuka: Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto menyatakan tajak sumur ditandai dengan terpasangnya 30-inch conductor hingga tag di dasar laut (seabed). Pengeboran dilakukan dari anjungan eksisting BTJTB-B di Lapangan Bukit Tua, WK Ketapang. Sumur ini menyasar reservoir Kujung-1 sebagai sumber gas.
Detail Operasi Pengeboran
Pengeboran menggunakan rig jack-up Sinoocean Peace dengan trajektori horizontal. Kedalaman akhir ditargetkan mencapai 11.182 kaki MDDF (measured depth drill floor) atau 4.801 kaki TVDDF (true vertical depth drill floor).
Target reservoir Kujung-1 berada pada kedalaman sekitar 9.261 kaki MDDF atau 4.761 kaki TVDDF. Sumur infill ini dirancang untuk mengoptimalkan pengambilan gas dari lapisan yang sudah teridentifikasi.
Djoko menuturkan operasi pengeboran dijadwalkan berlangsung 64 hari dengan nilai Approved for Expenditure (AFE) sebesar US$23,23 juta. Hidrokarbon berupa gas ditargetkan mulai diperoleh pada akhir November 2026.
Produksi Gas dan Dampaknya
Sumur BTJTB-T7 (NZ3) ditargetkan menghasilkan produksi gas sebesar 15 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd). Angka itu menjadi tambahan pasokan dari Lapangan Bukit Tua yang selama ini beroperasi di lepas pantai timur laut Jawa.
Bagi industri dan rumah tangga pengguna gas di sekitar wilayah kerja, tambahan produksi ini berperan menjaga ketersediaan energi. Pengeboran sumur infill menjadi salah satu cara KKKS mempertahankan tingkat produksi tanpa membuka lapangan baru.
Komitmen Keselamatan dan Target Akhir Tahun
SKK Migas menegaskan operasi pengeboran akan dijalankan sesuai program yang disetujui. Aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, lingkungan, dan kaidah keteknikan yang baik menjadi prioritas pelaksanaan.
“Operasi pengeboran akan dilaksanakan sesuai program yang disetujui dengan mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, lingkungan, dan kaidah keteknikan yang baik,” ujar Djoko.
Penutup: Keberhasilan sumur ini akan menambah pasokan gas dari WK Ketapang pada akhir tahun. Bagi Petronas Searah – Ketapang, pengeboran menjadi langkah lanjutan menjaga kinerja lapangan Bukit Tua di tengah kebutuhan energi yang terus tumbuh.