LIPUTANHARIAN.CO.ID — Pertamina EP Rantau Field mengebor lima sumur minyak baru di Aceh Tamiang meski belum sepenuhnya pulih dari bencana banjir. Produksi minyak perusahaan kini kembali stabil di angka 1.700 barel per hari setelah tiga sumur bor sebelumnya rampung. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan energi dan mendalami potensi cadangan migas di wilayah tersebut.
Field Manager Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, menyebut pemulihan pascabencana dilakukan secara bertahap. Dalam waktu empat bulan, produksi sudah kembali ke performa awal. Perusahaan tidak menunggu pemulihan tuntas untuk kembali mengebor.
"Kendati masih dalam situasi pemulihan pascabanjir, perusahaan melakukan pengeboran sumur untuk menemukan cadangan migas baru dan mempertahankan produksi migas. Tajak sumur baru ini sangat penting bagi penyediaan energi nasional," ujar Tomi.
Lima Sumur Baru dan Lokasinya
Dua sumur pertama, RNT DZ-51 dan RNT DZ-52, berada di Desa Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Keduanya dibor menggunakan Rig APS-752 berkapasitas 550 HP. Kedalaman akhir RNT DZ-51 mencapai 1.145 MMD, sedangkan RNT DZ-52 mencapai 1.037 MMD.
Tiga sumur lainnya—RNT DZ-11, RNT DZ-23A, dan RNT DZ-33—berada di Desa Paya Meta, Kecamatan Karang Baru. Sumur RNT DZ-11 dibor dengan Rig TMMJ-12 berkapasitas 550 HP hingga kedalaman akhir 1.132 MMD. Dua sumur lain masih dalam proses pengeboran.
Produksi Kembali Stabil di 1.700 Barel per Hari
Keberhasilan tajak lima sumur baru ini berkontribusi mempertahankan produksi di PEP Rantau Field. Angka 1.700 barel per hari menjadi penanda bahwa operasi perusahaan sudah kembali ke performa awal pascabanjir.
Pemulihan itu dicapai lewat program bertahap, termasuk penyelesaian tiga sumur bor baru sebelum kelima sumur terbaru ini ditajak. Artinya, aktivitas pengeboran tetap berjalan seiring proses pemulihan wilayah kerja yang terdampak banjir.
Bagian dari Strategi Ketahanan Energi
Penajakan sumur baru di Aceh Tamiang bukan sekadar mengejar produksi jangka pendek. Tomi menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi serta mendalami potensi cadangan migas di wilayah tersebut.
Bagi Pertamina EP Rantau, kemampuan mengebor di tengah kondisi pemulihan menjadi ujian ketangguhan operasional. Perusahaan membuktikan aktivitas hulu migas bisa terus berjalan meski wilayah kerjanya baru saja dilanda bencana.
Kelima sumur yang ditajak menambah daftar sumur pengembangan di wilayah kerja Pertamina EP Rantau. Dua dari lima sumur masih dalam proses pengeboran, sehingga potensi tambahan produksi maupun temuan cadangan baru masih menunggu hasil akhirnya.