Pencarian

Dosen Unimed Dampingi Guru Kimia Binjai Hasilkan Aplikasi Android Berbasis AI

Kamis, 17 September 2026 • 11:02:31 WIB
Dosen Unimed Dampingi Guru Kimia Binjai Hasilkan Aplikasi Android Berbasis AI
Guru MGMP Kimia SMA Kota Binjai mengikuti pelatihan pengembangan aplikasi Android berbasis AI di SMA Negeri 2 Binjai.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan mendampingi guru MGMP Kimia SMA Kota Binjai mengembangkan aplikasi Android pembelajaran berbasis AI. Pelatihan yang digelar di SMA Negeri 2 Binjai ini meningkatkan rata-rata kemampuan peserta dari 6,48 menjadi 9,33 dengan tingkat ketuntasan 93,94 persen. Aplikasi tersebut memuat lima paket materi kimia berorientasi HOTS untuk diakses lewat smartphone.

Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menjalankan program pendampingan pengembangan aplikasi Android berbasis artificial intelligence (AI) bagi Guru MGMP Kimia SMA Kota Binjai. Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 2 Binjai dan menyasar peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Program ini memperoleh pendanaan dari Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga didampingi langsung mempraktikkan pengembangan media pembelajaran hingga menghasilkan produk yang bisa dipakai lewat smartphone.

Peningkatan Kompetensi Guru Terukur

Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata kemampuan peserta naik dari 6,48 sebelum pelatihan menjadi 9,33 setelah pendampingan. Tingkat ketuntasan peserta mencapai 93,94 persen, melampaui target keberhasilan yang ditetapkan.

Dengan capaian itu, guru dinilai lebih terbiasa memakai AI untuk menyusun materi, mengembangkan soal berorientasi HOTS, dan mengemas konten pembelajaran dalam bentuk media digital.

Aplikasi Android dengan Lima Paket Materi

Capaian utama kegiatan ini adalah terciptanya satu aplikasi Android pembelajaran kimia berbasis AI. Aplikasi tersebut telah memuat lima paket materi pembelajaran yang dilengkapi gambar, video, aktivitas belajar, serta soal-soal pendukung keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Pengembangan dilakukan bertahap, mulai dari penyusunan konten dengan bantuan AI, pengemasan materi memakai Google Sites, hingga konversi media tersebut menjadi aplikasi Android.

Kehadiran aplikasi ini memberi guru alternatif media pembelajaran yang dapat diakses melalui smartphone. Produk tersebut juga menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi mendorong guru menghasilkan karya yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan dalam pembelajaran.

Tanggapan Pelaksana

Ketua Pelaksana PkM, Mutia Ardila, M.Pd., mengapresiasi antusiasme guru selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, keberhasilan menghasilkan aplikasi Android merupakan langkah positif dalam mendorong guru semakin kreatif memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.

"Terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program BIMA Tahun 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan, MGMP Kimia SMA Kota Binjai, SMA Negeri 2 Binjai, seluruh peserta, serta tim pelaksana yang telah mendukung kegiatan ini. Kami berharap aplikasi yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi pembelajaran kimia di sekolah," ujarnya.

Langkah Lanjutan

Keberhasilan program ini diharapkan menjadi titik awal bagi guru MGMP Kimia SMA Kota Binjai untuk terus berinovasi memanfaatkan AI dan teknologi digital. Dengan kompetensi yang meningkat dan tersedianya aplikasi Android pembelajaran, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran kimia yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Sumber: aspada.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks