Pencarian

Mayoritas Gamer Steam Tak Punya GPU Frame Generation, Industri PC Gaming Kian Timpang

Senin, 31 Agustus 2026 • 23:03:32 WIB
Mayoritas Gamer Steam Tak Punya GPU Frame Generation, Industri PC Gaming Kian Timpang
Mayoritas pengguna Steam tercatat memakai GPU tanpa dukungan frame generation, menurut survei terbaru Steam Hardware & Software Survey.

Data terbaru dari Steam Hardware & Software Survey mengungkap fakta yang jarang disorot: lebih dari separuh gamer di platform tersebut menggunakan GPU tanpa dukungan frame generation. Fitur yang diperkenalkan Nvidia lewat seri RTX 40 ini kini menjadi standar baru yang menentukan kelayakan sebuah kartu grafis—setidaknya di mata industri.

Padahal, tidak semua pemain siap atau mampu berpindah ke perangkat terbaru.

Frame Generation Berubah dari Fitur Tambahan Jadi Standar Baru

Saat pertama kali hadir di RTX 40 series, frame generation diposisikan sebagai teknologi pelengkap yang memanfaatkan AI untuk menyisipkan frame buatan di antara frame asli. Hasilnya, game terasa lebih mulus tanpa harus menambah beban kerja GPU secara drastis.

Namun dalam dua tahun terakhir, fitur ini berubah fungsi. Dari sekadar opsi, frame generation menjadi faktor pembeda utama dalam rekomendasi pembelian kartu grafis. Banyak ulasan dan forum komunitas kini menjadikannya syarat mutlak—jika GPU tidak mendukung teknologi ini, dianggap kurang layak.

Padahal, survei Steam menunjukkan kenyataan di lapangan jauh berbeda.

Kampung Halaman RTX 30 Series dan GTX Masih Ramai Penghuni

Sebagian besar pemain yang tertinggal adalah pengguna GPU seri lebih lama, seperti RTX 30 series, GTX 16 series, hingga kartu grafis kelas entri dari generasi sebelumnya. Mereka tidak memiliki akses ke fitur frame generation yang eksklusif untuk arsitektur terbaru.

Ini bukan soal kartu grafisnya sudah rusak atau kinerjanya buruk. Untuk banyak game populer, GPU tersebut masih sanggup diandalkan. Persoalannya, industri dan pengembang game mulai merancang judul-judul baru dengan asumsi teknologi frame generation tersedia—membuat pengalaman bermain menjadi tidak optimal bagi mayoritas pengguna.

Kesenjangan ini paling terasa di wilayah dengan daya beli terbatas, termasuk Indonesia. Harga GPU generasi baru dengan dukungan frame generation penuh masih berada di kisaran yang sulit dijangkau banyak gamer lokal, sementara pasar barang bekas justru dipenuhi kartu grafis generasi lama.

Kartu Grafis Lama Justru Jadi Primadona Pasar Indonesia

Di pasar Indonesia, situasi ini menciptakan fenomena unik. GPU seperti GTX 1660 Super atau RTX 2060 masih laris dicari, terutama di platform e-commerce dan forum jual-beli. Harganya yang relatif terjangkau membuatnya menjadi pilihan utama bagi gamer dengan anggaran terbatas, meski tidak mendukung teknologi frame generation.

Akibatnya, pengalaman bermain game terbaru di Tanah Air sering kali berjalan di bawah standar yang diharapkan pengembang. Padahal, bukan kemampuan GPU-nya yang menjadi masalah—melainkan arah industri yang memilih meninggalkan perangkat lama.

Fenomena ini patut menjadi catatan bagi pengembang dan pembuat chip. Memaksa standar baru memang wajar dalam industri teknologi, namun mengabaikan fakta bahwa mayoritas pengguna belum siap hanya akan memperlebar kesenjangan.

Sumber: xda-developers.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks