Pencarian

California Resmi Kecualikan Linux dari Aturan Verifikasi Usia, SteamOS dan Distribusi Terbuka Aman

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 23:02:31 WIB
California Resmi Kecualikan Linux dari Aturan Verifikasi Usia, SteamOS dan Distribusi Terbuka Aman

Majelis legislatif California mengesahkan Assembly Bill 1856 pada 27 Agustus lalu, hanya beberapa bulan sebelum tenggat implementasi aturan yang sempat menuai protes keras dari pengembang perangkat lunak bebas. Amandemen ini secara fundamental mengubah definisi "penyedia sistem operasi" dalam undang-undang tersebut, dengan mengecualikan entitas yang mendistribusikan perangkat lunak di bawah lisensi yang mengizinkan penerima untuk menyalin, mendistribusikan ulang, dan memodifikasi kode.

Lisensi seperti GPL, MIT, BSD, dan Apache otomatis memenuhi syarat pengecualian ini. Artinya, seluruh keluarga besar distribusi Linux—Debian, Fedora, Ubuntu, Arch, hingga keluarga BSD—tidak lagi diwajibkan meminta sinyal usia pengguna saat pembuatan akun.

Kekosongan Hukum yang Hampir Menjerat Seluruh Pengguna

Yang menarik dari amandemen ini adalah koreksi atas definisi "pengguna" yang sebelumnya rancu. Aturan awal mengklasifikasikan "anak yang menjadi pengguna utama perangkat" sebagai subjek hukum, yang secara teknis berarti setiap pemilik perangkat di California berstatus anak-anak—karena tidak ada mekanisme untuk menandai perangkat milik orang dewasa sebagai berusia 18+.

Definisi ini dinilai kontradiktif dengan kerangka sinyal usia yang dibangun undang-undang tersebut. Sistem yang dirancang mengharuskan orang dewasa menyatakan usia saat setup awal justru tidak akan pernah bisa memverifikasi status dewasa siapa pun.

Batasan Baru untuk Melindungi Data Pengguna

Amandemen ini juga memasukkan larangan tegas bagi siapa pun untuk meminta sinyal usia dari penyedia OS atau toko aplikasi kecuali diwajibkan oleh hukum. Ketentuan ini menutup celah penyalahgunaan API usia yang berpotensi dijadikan kanal pengumpulan data pribadi secara masif tanpa dasar regulasi yang jelas.

Platform dan pengembang aplikasi juga mendapatkan perlindungan hukum berupa safe harbor untuk sinyal yang keliru. Jika sistem menerima sinyal usia yang tidak akurat, mereka tidak akan dituntut selama bertindak dengan itikad baik.

Nasib SteamOS dan GrapheneOS di Tengah Regulasi Baru

Posisi SteamOS masih menggantung. Komponen sistemnya yang berbasis Arch bersifat open-source, tetapi Valve mendistribusikan image tersebut bersamaan dengan klien Steam berpemilik. Ketidakjelasan ini membuat SteamOS berpotensi tetap masuk dalam cakupan aturan, meski belum ada keputusan final.

GrapheneOS, sistem operasi mobile yang sebelumnya menyatakan menolak mematuhi mandat verifikasi usia, kini sepenuhnya berada di luar yurisdiksi aturan California. Distribusi yang dirilis dengan lisensi MIT dan Apache ini memang tidak lagi tersentuh AB 1856, meski tetap menghadapi tekanan regulasi serupa dari Brasil melalui Digital ECA.

Windows, macOS, dan Android Tetap Wajib Verifikasi Usia

Pengecualian ini tidak berlaku bagi sistem operasi komersial utama. Windows, macOS, iOS, dan Android tetap diwajibkan mengumpulkan data usia pengguna saat setup akun mulai 1 Januari 2027. Untuk perangkat yang sudah disetel sebelum tanggal tersebut, tenggat tambahan diberikan hingga 1 Juli 2027.

Anggota Majelis Buffy Wicks, yang menulis baik undang-undang asli maupun amandemen AB 1856, awalnya memperkenalkan pengecualian ini pada Februari menyusul kritik dari pengembang Linux dan Electronic Frontier Foundation. Keputusan ini menjadi preseden penting bagi negara bagian lain yang tengah merancang regulasi perlindungan anak di ranah digital, sekaligus sinyal bahwa tekanan komunitas open-source mampu mengubah arah kebijakan teknologi.

Sumber: tomshardware.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks