PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) resmi menjalin kemitraan berbasis koperasi dengan dua koperasi perkebunan rakyat di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, untuk mengelola lahan sawit secara kolektif. Kemitraan ini ditandatangani dalam acara bertajuk "Tasyakuran Dalam Kebersamaan, Menguatkan Kemitraan, Menjemput Keberkahan" di Gedung Pertemuan Dusun I Kuala Mahato, Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara. Langkah ini diarahkan untuk mendukung program hilirisasi sawit nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan energi.
ROKAN HULU — PT Agrinas Palma Nusantara (APN) memperluas pola kemitraan pengelolaan kelapa sawit di Riau melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Koperasi Perkebunan Rakyat Tambusai Timur dan Koperasi Persukuan Melayu Kuala Mahato. Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal bagi BUMN perkebunan itu untuk menyerap lebih banyak koperasi sebagai mitra strategis dalam rantai pasok industri sawit.
Anggota DPR RI Komisi VI Dr. H. Achmad, M.Si. menegaskan bahwa pengelolaan aset negara oleh APN harus berjalan transparan dan profesional. Ia berharap kemitraan ini menjadi cikal bakal pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih luas di Rokan Hulu.
"Hari ini kita sudah menyaksikan kemitraan dengan dua koperasi. Harapan kita ke depan akan tumbuh dan berkembang koperasi-koperasi lainnya yang bermitra dengan Agrinas Palma Nusantara, sehingga pemberdayaan masyarakat di Rokan Hulu dapat semakin dimaksimalkan," ujar Achmad dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Selasa.
Koperasi Jadi Poros Hilirisasi Sawit Rakyat
Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi, S.H., M.M. menyebut sinergi antara pemerintah pusat dan APN difokuskan pada penguatan peran koperasi di sektor hilirisasi. Menurutnya, koperasi harus menjadi pemain sentral dalam rantai pasok industri kelapa sawit agar nilai tambah yang dihasilkan benar-benar dinikmati petani.
"Sinergi Kementerian Koperasi dan Agrinas Palma Nusantara diarahkan untuk mendukung hilirisasi sawit serta optimalisasi pemanfaatan lahan sawit rakyat berbasis koperasi. Koperasi harus mengambil peran sentral dalam rantai pasok industri kelapa sawit agar dapat memberikan nilai tambah yang maksimal bagi ekonomi rakyat," katanya.
Target: Efek Berganda bagi Warga Sekitar
Direktur Operasional APN Tuhu Bangun menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pemerataan dampak ekonomi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal kemitraan ini agar memberi manfaat nyata di lapangan.
"Mari kita berkolaborasi bersama. Bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, tetapi bagaimana Agrinas hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Kemitraan ini kita bangun bersama agar memberikan multiplier effect kepada seluruh masyarakat yang ada di sekitar," ujarnya.
Menurut Tuhu, pola kemitraan berbasis koperasi adalah amanah pemerintah yang dijalankan dengan mengedepankan prinsip kolaborasi, produktivitas, dan keberlanjutan. Ia optimistis langkah ini memperkuat kontribusi sektor perkebunan terhadap ketahanan pangan dan energi nasional.
"Melalui pola kemitraan berbasis koperasi, kami berkomitmen untuk terus menjalankan amanah pemerintah dengan mengedepankan kolaborasi, produktivitas, dan keberlanjutan," katanya.
Rangkaian Acara: Santunan hingga Peringatan Maulid
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan sosial keagamaan. Panitia menggelar santunan kepada anak yatim, silaturahmi, tasyakuran bersama, serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diisi tausiah dan doa bersama di lokasi yang sama.
Kegiatan ini menjadi simbol bahwa kemitraan bisnis antara BUMN dan koperasi juga dibangun di atas nilai kebersamaan sosial masyarakat setempat. Ke depan, APN diharapkan terus memperluas jangkauan kemitraan ke koperasi-koperasi lain di Riau.