LIPUTANHARIAN.CO.ID — Perahu kayu milik nelayan Puger itu terbalik sesaat setelah mencoba menerjang ombak untuk melaut. Gelombang datang tiba-tiba dan membalikkan badan kapal, membuat keempat awaknya bertahan hidup dengan menempel pada bangkai perahu yang mengapung sebelum akhirnya dievakuasi nelayan lain yang berada tak jauh dari lokasi.
Seluruh ABK dipastikan selamat tanpa luka serius. Namun, perahu yang mereka tumpangi mengalami kerusakan berat akibat kerasnya benturan ombak.
Gelombang Tinggi Masih Mengancam Pesisir Selatan
Insiden ini menambah daftar panjang musibah laut di perairan selatan Jember. Sebelumnya, tiga nelayan Puger dilaporkan hilang setelah diterjang gelombang tinggi di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong. Tim SAR gabungan masih memperluas area pencarian hingga ke perairan Lumajang.
Anggota Basarnas, Jefriyanzah, mengatakan proses penyisiran melibatkan personel TNI, Polairud, dan sukarelawan. "Pencarian terhadap tiga nelayan masih terus kami lakukan. Selain menyisir kawasan Pantai Paseban, tim gabungan juga memperluas area penyisiran hingga ke perairan Lumajang," ujarnya.
Nelayan Diminta Tunda Melaut
Tingginya intensitas gelombang di selatan Jawa membuat Tim SAR mengeluarkan imbauan tegas. Nelayan lokal diminta mengutamakan keselamatan dan menunda aktivitas melaut sementara waktu hingga cuaca kembali kondusif.
Dua insiden tenggelamnya perahu dalam waktu berdekatan menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan. Masyarakat pesisir Puger dan sekitarnya kini dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan mata pencaharian atau menahan diri demi keselamatan jiwa.
Pantai Pancer sendiri dikenal sebagai salah satu titik keberangkatan nelayan tradisional di Jember. Namun, karakteristik perairan selatan yang ganas saat angin kencang dan ombak tinggi kerap menjadi ujian berat bagi kapal-kapal kayu berukuran kecil yang menjadi andalan nelayan setempat.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih melanjutkan pencarian tiga nelayan yang hilang di Pantai Paseban. Sementara itu, empat ABK yang selamat dari insiden di Pantai Pancer telah kembali ke keluarga masing-masing.