LIPUTANHARIAN.CO.ID — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut dokumen final IEU-CEPA dalam bahasa Inggris tengah diselesaikan. Targetnya, penandatanganan dilakukan pada Oktober 2026 sebelum dokumen dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk proses ratifikasi.
"Dokumentasi dalam bahasa Inggris sudah segera diselesaikan dan ditargetkan di bulan Oktober, mudah-mudahan ini bisa ditandatangani," ujarnya dalam konferensi pers seusai bertemu para duta besar negara Uni Eropa di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/8).
Mekanisme Perpres untuk Percepatan Implementasi
Di sisi domestik, Menteri Perdagangan Budi Santoso telah berkonsultasi dengan DPR terkait mekanisme ratifikasi. Pemerintah kemungkinan menggunakan Perpres setelah konsultasi tersebut, dengan harapan implementasi perjanjian bisa lebih cepat dibandingkan jalur undang-undang.
Percepatan ini dinilai krusial. Fasilitas GSP yang selama ini dinikmati Indonesia akan berakhir pada akhir 2026. Jika ratifikasi IEU-CEPA molor, akan ada kekosongan fasilitas perdagangan yang merugikan eksportir.
"Kita ketahui bahwa Indonesia punya GSP akan berakhir di akhir tahun ini, sehingga kalau ini segera diratifikasi berarti gap antara fasilitas Indonesia dan IEU-CEPA bisa nyambung. Kalau enggak, itu ada gap dari implementing regulation," kata Airlangga.
90 Persen Pos Tarif Langsung Nol Persen
Salah satu manfaat utama IEU-CEPA adalah peningkatan akses pasar ke Eropa. Airlangga menyebut sekitar 90 persen pos tarif Indonesia akan langsung menjadi nol persen begitu perjanjian berlaku, sementara pos tarif lainnya diturunkan secara bertahap.
Selain perdagangan barang, perjanjian ini juga diharapkan membuka keran investasi dari Eropa. Airlangga mencatat semakin banyak delegasi bisnis Eropa yang datang ke Indonesia untuk menjajaki kerja sama dalam beberapa waktu terakhir.
Sektor yang menjadi perhatian dalam kerja sama ini meliputi energi terbarukan, digital, keamanan siber, pertanian, manufaktur, inovasi, dan teknologi. "Eropa juga kuat di sektor manufaktur, inovasi, teknologi dan yang lain, sehingga kita sebetulnya punya wishlist dari kedua belah pihak yang tentunya akan diimplementasikan," ujarnya.