Pencarian

Menyusuri Glodok, Surga Cemilan Khas Tionghoa yang Menggugah Selera

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 22:01:01 WIB
Menyusuri Glodok, Surga Cemilan Khas Tionghoa yang Menggugah Selera
Beragam cemilan khas Tionghoa, seperti lumpia dan bakpao, tersaji di kawasan Glodok, Jakarta Barat.

JAWA TIMUR — Glodok bukan hanya dikenal sebagai pusat elektronik terbesar di Jakarta. Kawasan yang masuk dalam administrasi Jakarta Barat ini juga merupakan surga kuliner yang menyajikan berbagai cemilan khas Tionghoa yang menggugah selera. Berjalan menyusuri gang-gang sempitnya, aroma rempah dan manisnya kue tradisional akan langsung menyambut para pengunjung.

Bagi Anda yang sedang merencanakan wisata kuliner di ibu kota, kawasan ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari pusat jajanan modern. Berikut ulasan lengkapnya untuk panduan liburan Anda.

Jajanan Khas yang Wajib Dicoba

Setiap sudut Glodok menyimpan kejutan kuliner yang sayang untuk dilewatkan. Anda akan menemukan beragam pilihan cemilan yang sudah eksis puluhan tahun dan tetap mempertahankan cita rasa aslinya.

  • Lunpia — Camilan khas Semarang yang populer di Glodok. Isian rebung, telur, dan ayam dibungkus kulit lumpia tipis, lalu digoreng garing. Disantap dengan saus pedas manis dan acar timun.
  • Bakpau — Roti kukus lembut berisi daging cincang, ayam, atau kacang hijau. Cocok dinikmati selagi hangat.
  • Kue Keranjang — Oleh-oleh khas Imlek yang terbuat dari tepung ketan dan gula. Teksturnya kenyal dengan rasa manis legit.
  • Bakcang — Ketan berbentuk limas berisi daging dan jamur, dibungkus daun bambu. Aromanya harum khas daun bambu yang menambah selera.
  • Kue Ku — Kue tradisional berbentuk kura-kura dengan isian kacang hijau. Teksturnya lembut dan tidak terlalu manis.

Menikmati Kuliner di Pasar Glodok

Pasar Glodok menjadi pusat jajanan yang paling ramai dikunjungi. Di sini, para pedagang menjajakan dagangannya sejak pagi hingga sore hari. Anda bisa mencicipi langsung cemilan yang masih hangat sambil menikmati suasana khas pecinan.

Selain pasar utama, deretan ruko di sepanjang jalan utama juga menawarkan pilihan kuliner yang tak kalah menarik. Beberapa toko legendaris telah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan tetap ramai pembeli.

Waktu Terbaik Berkunjung

Untuk mendapatkan pengalaman kuliner terbaik, datanglah pada pagi hari sekitar pukul 08.00-10.00 WIB. Pada jam tersebut, jajanan masih segar dan suasana pasar belum terlalu ramai. Akhir pekan menjadi waktu paling ramai, sehingga jika ingin lebih leluasa berkeliling, kunjungan di hari kerja bisa menjadi pilihan.

Menjelang perayaan Imlek, Glodok berubah menjadi lebih meriah dengan berbagai jajanan khas musiman yang hanya muncul setahun sekali. Suasana ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer perayaan tahun baru Tionghoa.

Tips Wisata Kuliner di Glodok

Bagi traveler yang baru pertama kali berkunjung, beberapa tips berikut bisa membantu perjalanan kuliner Anda lebih menyenangkan:

  • Bawa uang tunai dalam pecahan kecil untuk memudahkan transaksi di pedagang kaki lima.
  • Datang lebih awal untuk mendapatkan pilihan cemilan terlengkap.
  • Siapkan ruang di perut karena pilihan jajanan sangat banyak dan menggoda.
  • Jangan ragu bertanya kepada pedagang tentang bahan dan rasa sebelum membeli.
  • Gunakan pakaian nyaman dan alas kaki yang mendukung karena Anda akan banyak berjalan kaki.

Pengalaman Kuliner yang Tak Terlupakan

Wisata kuliner di Glodok bukan sekadar mengisi perut, melainkan pengalaman budaya yang memperkaya wawasan. Setiap gigitan menyimpan cerita tentang akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia yang telah berlangsung berabad-abad.

Dengan harga yang bersahabat di kantong, Anda bisa mencicipi berbagai macam cemilan dalam satu kali kunjungan. Kombinasikan dengan jalan-jalan menikmati arsitektur tua khas pecinan, pengalaman wisata Anda di Jakarta akan semakin lengkap.

Sumber: travel.detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks