Ekspor tahap kedua ini melengkapi pengiriman pertama yang sudah dilakukan pada Maret 2026 lalu. Dengan begitu, total gerbong yang sudah dikirim INKA untuk proyek UGL kini mencapai 250 unit, atau sekitar 73,5 persen dari keseluruhan kontrak.
Senior Manager Corporate Communications dan Representative Office PT INKA (Persero), Nanang Agung Rohmandiyas, menegaskan bahwa setiap pengiriman selalu mengedepankan kualitas dan ketepatan spesifikasi sesuai kesepakatan dengan pelanggan.
"Bagi kami, setiap pengiriman selalu berpegang pada prinsip yang sama, yakni memenuhi kualitas dan spesifikasi yang telah disepakati bersama pelanggan," ujar Nanang di Madiun, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026).
Rincian Pesanan dan Jadwal Pengiriman
Paket pesanan dari UGL untuk kali ini total mencapai 340 unit gerbong. Rinciannya, 290 unit Container Flat Top Wagon ukuran 40 kaki dan 50 unit ukuran 50 kaki.
Seluruh gerbong yang dikirim pada tahap ini diberangkatkan melalui Terminal Jamrud Nilam Mirah dan Teluk Lamong, Surabaya, yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal.
Sisa 90 unit lagi—terdiri dari 40 unit tipe 40 kaki dan 50 unit tipe 50 kaki—dijadwalkan rampung dan dikirim pada November 2026. INKA berkomitmen menyelesaikan seluruh target pengiriman tepat waktu.
Kemitraan Empat Tahun dengan UGL
Proyek ini bukan kerja sama pertama. Sejak 2021, INKA dan UGL telah menandatangani empat kontrak pembuatan Container Flat Top Wagons. Secara kumulatif, INKA sudah memproduksi dan mengirimkan 1.294 unit gerbong dari total 1.504 unit yang dipesan UGL.
"Kami menghargai kepercayaan UGL kepada tim kami, dan kami berkomitmen menjaga kepercayaan itu di setiap pengiriman," kata Nanang.
Kolaborasi keduanya bahkan meluas ke lini produk lain. UGL juga memesan 50 unit locomotive platform untuk pasar Australia, yang pengirimannya dijadwalkan bertahap hingga 2027.
"Empat pesanan sejak 2021 menjadi tolok ukur yang jelas atas hubungan ini. UGL kembali memberikan kepercayaan melalui pekerjaan baru," tambah Nanang.
Dampak bagi Industri Perkeretaapian Nasional3>
Kepercayaan berulang dari mitra internasional seperti UGL menunjukkan standar produksi INKA diakui pasar global. Ini juga jadi sinyal positif bagi rantai pasok manufaktur dalam negeri, mulai dari komponen hingga logistik pengiriman yang melibatkan pelabuhan nasional.
Dengan sisa pengiriman yang ditargetkan rampung November 2026, INKA berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen sarana perkeretaapian yang diperhitungkan di kawasan Asia-Pasifik.