Pencarian

Daftar Harga BBM Terbaru 26 Agustus 2026: Pertamax hingga Pertalite Resmi Turun, Ini Rinciannya untuk Konsumen Indonesia

Rabu, 26 Agustus 2026 • 08:22:02 WIB
Daftar Harga BBM Terbaru 26 Agustus 2026: Pertamax hingga Pertalite Resmi Turun, Ini Rinciannya untuk Konsumen Indonesia
Petugas melayani konsumen di SPBU saat harga BBM nonsubsidi Pertamina resmi turun per 26 Agustus 2026.

JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan penurunan harga BBM nonsubsidi mulai Rabu (26/8/2026). Kebijakan ini berdampak langsung pada harga jual di SPBU, di mana konsumen kini membayar lebih murah untuk sejumlah produk unggulan seperti Pertamax dan Dexlite.

Penurunan ini merupakan bagian dari penyesuaian harga bulanan yang mengacu pada rata-rata harga minyak dunia dan kurs dolar Amerika Serikat. Keputusan ini juga selaras dengan tren harga minyak global yang menunjukkan pelemahan dalam beberapa pekan terakhir.

Rincian Harga BBM Pertamina per 26 Agustus 2026

Berikut daftar lengkap harga BBM nonsubsidi Pertamina yang berlaku per hari ini di seluruh SPBU Indonesia:

  • Pertamax (RON 92): turun dari Rp 12.500 menjadi Rp 12.100 per liter.
  • Pertamax Turbo (RON 98): turun dari Rp 13.600 menjadi Rp 13.200 per liter.
  • Dexlite (CN 51): turun dari Rp 13.550 menjadi Rp 13.150 per liter.
  • Pertamina Dex (CN 53): turun dari Rp 14.350 menjadi Rp 13.950 per liter.

Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Berubah

Perlu dicatat, penurunan harga ini hanya berlaku untuk segmen BBM nonsubsidi. Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) dan Biosolar (subsidi) dijamin pemerintah dan tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dipatok di harga Rp 10.000 per liter di seluruh Indonesia.

Kebijakan ini memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga minyak global, khususnya bagi pengguna kendaraan bermotor di daerah-daerah yang mengandalkan BBM subsidi untuk aktivitas sehari-hari.

Apa Dampaknya bagi Konsumen dan Inflasi?

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini diproyeksikan memberikan sedikit ruang fiskal bagi masyarakat menengah ke atas yang menggunakan kendaraan pribadi dengan bahan bakar RON 92 ke atas. Meski dampaknya tidak sebesar penurunan harga Pertalite, langkah ini tetap menjadi sinyal positif bagi pengendalian inflasi.

Dengan turunnya harga energi, biaya logistik dan distribusi barang diharapkan ikut terkoreksi. Hal ini berpotensi menahan laju kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, terutama di wilayah-wilayah yang bergantung pada transportasi darat.

Pertamina juga mengingatkan konsumen untuk selalu memantau harga resmi melalui aplikasi MyPertamina atau kanal informasi resmi lainnya, guna menghindari informasi yang keliru di lapangan. Penyesuaian harga berikutnya akan kembali dievaluasi pada periode September 2026 mendatang.

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks