Pencarian

SPBU Nelayan di Pulau Rempang Direncanakan, Akses BBM Subsidi Masih Terkendala Modal

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:01:31 WIB
SPBU Nelayan di Pulau Rempang Direncanakan, Akses BBM Subsidi Masih Terkendala Modal
Rencana pembangunan SPBU nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih Tanjung Banun, Pulau Rempang, disampaikan Dinas Perikanan Kota Batam.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Dinas Perikanan Kota Batam menyebutkan lokasi SPBU nelayan tersebut akan dibangun di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tanjung Banun. Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan rencana ini mendapat dukungan dari BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga.

Jarak Tempuh Nelayan Capai 50 Kilometer

Keterbatasan akses ini bukan soal stok BBM saja. Nelayan dari Pulau Kasu dan Pulau Karas harus menempuh perjalanan 40-50 kilometer untuk membeli solar bersubsidi setelah kembali dari melaut.

Saat ini Batam baru memiliki dua SPBU nelayan, yakni di Sekilak dan Setokok. Wilayah Galang yang terdiri dari banyak pulau dan permukiman pesisir dinilai paling membutuhkan fasilitas serupa.

Modal Jadi Kendala Utama Pembangunan

Yudi menjelaskan, Pertamina hanya menyediakan BBM. Biaya pembangunan SPBU, pengadaan tangki, dan dispenser membutuhkan pendanaan tambahan. Jika dikelola oleh Koperasi Nelayan Merah Putih setempat, keterbatasan modal menjadi tantangan utama.

"Pertamina hanya menyediakan BBM. Biaya pembangunan, tangki dan dispenser itu yang perlu pendanaan. Namun ini juga peluang kerja sama dengan pihak ketiga," kata Yudi di Batam, Minggu (23/8).

Baru 10 Persen Nelayan Punya Rekomendasi Resmi

Dari sekitar 7.000 kapal nelayan kecil berukuran 0-5 GT yang difasilitasi penerbitan rekomendasi, baru sekitar 753 nelayan tercatat memiliki surat rekomendasi melalui aplikasi X-Star. Jumlah itu setara 10 persen dari total data nelayan di Batam.

Yudi menambahkan, karakter wilayah kepulauan Batam membuat pendataan dan distribusi BBM lebih rumit dibandingkan daerah lain. Administrasi yang mudah dan penyalur yang dekat menjadi kunci agar nelayan memakai BBM resmi.

Subpenyalur Jadi Solusi Jangkau Wilayah Terpencil

Komite BPH Migas Fathul Nugroho menilai pembangunan subpenyalur dapat menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari SPBU reguler maupun SPBU Kompak. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mempermudah nelayan memperoleh BBM bersubsidi tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Belum ada jadwal pasti pembangunan SPBU nelayan di Tanjung Banun. Masyarakat yang ingin mengurus surat rekomendasi BBM subsidi dapat menghubungi Dinas Perikanan Kota Batam melalui aplikasi X-Star.

Sumber: koran-jakarta.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks