SIDRAP — Perjalanan Fauzan menuju panggung olahraga tertinggi tingkat provinsi tidak dimulai dari fasilitas mewah. Sejak 2021, ia serius mengayuh sepeda bersama Sodeng Bike dan masuk pembinaan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI). Dari sana, sepeda gunung menjadi kendaraan prestasinya.
Fokusnya bukan di jalan aspal mulus. Fauzan memilih nomor Cross Country (XC) dan Enduro, dua cabang yang menguji keberanian di tanjakan, turunan, bebatuan, dan lumpur. Tahun 2022 menjadi titik balik ketika ia merebut juara tiga Open Cross Country Jeneponto dan juara satu di Belopa.
Medali Emas Porprov Bulukumba Jadi Modal Berharga
Puncaknya terjadi saat Porprov Sulsel di Bulukumba. Membela nama Sidrap, Fauzan berhasil menjadi juara satu nomor MTB XC. Medali emas itu bukan sekadar koleksi, melainkan buah dari latihan panjang dan proses jatuh bangun di lintasan.
Kepercayaan dirinya kian teruji setelah mengikuti seleksi atlet Pra-PON Sulsel. Ia menempati peringkat pertama dan berhak mewakili provinsi ke ajang Pra-PON di Sumatera Selatan. Bersaing dengan 60 peserta, ia finis di posisi ke-18. Hasil itu mungkin bukan podium, tetapi menjadi pengalaman mahal untuk membaca kesalahan dan kembali lebih kuat.
Rekam Jejak 2025: Empat Kali Naik Podium
Memasuki 2025, performa Fauzan semakin konsisten. Ia mencatatkan hasil impresif di berbagai event:
- Juara satu XC Palopo
- Juara lima Enduro Grafiti Race Soroako
- Juara tiga Pra Porprov 2025
- Juara satu Makassar Race 2025
- Juara satu Event XC Rappang
- Juara dua Enduro Grafiti Race Palu
- Juara dua Kejuaraan Fun XC Maros
Deretan angka tersebut memiliki ceritanya sendiri. Ada pedal yang terus diputar saat kaki terasa berat, tanjakan yang terasa tidak berujung, serta turunan yang menuntut nyali. Bagi Fauzan, setiap garis finis terlihat lebih dekat jika seseorang memilih untuk tidak berhenti.
Target Tinggi untuk Sidrap di Porprov XVIII
Kini perhatian tertuju pada Porprov XVIII Sulsel 2026. Fauzan tidak ingin sekadar tampil. Ia menyatakan kesiapannya untuk menjadi pemenang dan membawa nama Sidrap harum di ajang yang berlangsung di Wajo dan Bone tersebut.
Optimisme itu disampaikan langsung di hadapan Sekretaris Umum KONI Sidrap, Syamsuddin Saleng. Target memang harus tinggi. Sebab di lintasan, yang dihitung bukan siapa yang paling banyak bicara, melainkan siapa yang paling kuat mengayuh hingga garis akhir.
Kehadiran Fauzan menjadi bagian dari regenerasi olahraga daerah. Perjalanannya sejak 2021 membuktikan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari jalan mulus. Justru sering kali lahir dari lintasan berbatu yang dipilihnya sendiri.
Wajo dan Bone kini menunggu. Fauzan siap membawa sepeda, keberanian, dan nama Sidrap untuk pulang membawa podium.