Flu Saat Hamil: Pengaruhnya ke Plasenta dan Janin
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Infeksi flu saat hamil bukan sekadar pilek biasa yang bikin badan lemas. Plasenta ikut menanggung beban peradangan, dan ada beberapa hal yang perlu ibu pahami soal risikonya. Berikut penjelasan lengkapnya.
Flu saat hamil sering dianggap ringan karena gejalanya mirip pilek biasa. Padahal infeksi saluran napas ini bisa memicu peradangan sistemik yang berdampak pada plasenta. Plasenta bertugas menyalurkan oksigen dan nutrisi ke janin, sehingga gangguannya perlu diwaspadai.
Apa yang Terjadi pada Plasenta Saat Ibu Flu?
Saat tubuh melawan virus influenza, sistem imun melepaskan zat peradangan. Zat ini beredar lewat darah dan sampai ke plasenta. Dalam kondisi tertentu, peradangan tersebut membuat plasenta bekerja lebih berat dari biasanya.
Plasenta yang terbebani bisa mengalami perubahan fungsi. Penyaluran oksigen dan nutrisi ke janin berpotensi terganggu. Karena itu, flu pada ibu hamil tidak cukup ditangani dengan istirahat saja tanpa pemantauan.
Risiko Flu pada Kehamilan Trimester 2
Trimester kedua adalah masa pertumbuhan janin yang pesat. Kebutuhan oksigen dan nutrisi meningkat, sementara plasenta harus bekerja optimal. Infeksi flu di periode ini membuat tubuh ibu mengeluarkan energi ekstra untuk melawan virus.
Demam yang menyertai flu juga perlu diperhatikan. Suhu tubuh tinggi dalam waktu lama bisa membuat ibu lemas dan dehidrasi. Kondisi ini memperberat kerja jantung dan plasenta sekaligus.
Tanda Bahaya yang Perlu Ibu Waspadai
Beberapa gejala flu saat hamil perlu segera diperiksakan ke dokter. Perhatikan tanda-tanda berikut:
- Demam tinggi yang tidak turun dalam dua sampai tiga hari
- Sesak napas atau nyeri dada saat bernapas
- Dehidrasi, ditandai urine berwarna gelap dan mulut kering
- Gerakan janin berkurang dari biasanya
- Kram perut hebat atau perdarahan
Jika ibu mengalami salah satu tanda di atas, jangan menunda konsultasi. Dokter akan memeriksa kondisi ibu dan janin, termasuk memantau fungsi plasenta.
Cara Menjaga Kesehatan Plasenta Selama Flu
Istirahat cukup menjadi langkah pertama. Tubuh butuh energi untuk melawan virus, jadi kurangi aktivitas berat sementara waktu. Penuhi cairan dengan air putih, kaldu hangat, atau jus tanpa gula tambahan.
Konsumsi makanan bergizi seimbang agar daya tahan tubuh terjaga. Jangan minum obat flu tanpa konsultasi karena beberapa jenis obat tidak aman untuk kehamilan. Dokter bisa meresepkan obat yang sesuai kondisi ibu.
Pencegahan tetap lebih baik. Vaksinasi influenza aman dilakukan saat hamil dan membantu menurunkan risiko infeksi berat. Cuci tangan rutin dan hindari kontak dekat dengan orang sakit juga penting.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi tenaga kesehatan jika flu disertai demam tinggi, sesak napas, atau gerakan janin melemah. Ibu hamil dengan kondisi tertentu, seperti asma atau diabetes, perlu lebih waspada karena risiko komplikasi lebih tinggi.
Flu saat hamil memang bisa membebani plasenta, tapi bukan berarti ibu harus panik. Dengan istirahat cukup, asupan cairan yang baik, dan pemantauan rutin, risiko tersebut bisa dikelola. Jangan ragu memeriksakan diri bila ada gejala yang mengkhawatirkan.