5 Kuliner Khas Dieng yang Menghangatkan Badan

Manisan carica khas Dieng disajikan dalam kemasan botol sirup manis.
Penulis: Mahsyar Hamdani
Jumat, 23 Oktober 2026 | 14:41:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Suhu Dieng yang bisa menyentuh titik beku bikin tubuh cepat kedinginan, apalagi setelah puas mendaki atau keliling candi. Untungnya, kawasan dataran tinggi Wonosobo ini punya deretan kuliner tradisional yang siap menghangatkan sekaligus memulihkan tenaga. Berikut pilihan yang layak masuk daftar buruanmu.

Dieng bukan cuma soal telaga warna dan candi kuno. Di balik kabut yang turun sejak pagi, warung-warung emperan di desa wisata menyajakan hidangan hangat dengan rasa yang sulit ditemukan di kota besar.

1. Manisan Carica

Carica adalah pepaya mini endemik yang hanya tumbuh subur di dataran tinggi berhawa dingin seperti Dieng. Buah ini biasa diolah jadi manisan dalam kemasan botol sirup manis dengan aroma harum yang khas.

Selain segar dimakan langsung, carica dipercaya kaya vitamin dan enzim pencernaan — cocok setelah lelah mendaki. Es carica dingin atau botol manisan jadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan.

2. Teh Purwaceng

Purwaceng merupakan tanaman herbal legendaris asal Dieng yang dikenal sebagai jamu peningkat stamina alami masyarakat pegunungan. Akar dan daunnya diolah jadi serbuk minuman atau dicampur langsung ke seduhan teh panas.

Menyeruput teh purwaceng di pagi hari saat matahari terbit memberi sensasi hangat instan yang meresap ke seluruh tubuh. Rasa dingin ekstrem pun sedikit terurai, tenaga ikut pulih.

3. Oyek

Oyek termasuk hidangan tradisional rumahan yang banyak dijajakan di warung sekitar desa Dieng. Makanan ini berbahan dasar singkong dan biasa disajikan hangat, cocok disantap sambil menikmati udara sejuk pegunungan.

4. Jamur Kriuk Khas Dieng

Jamur kriuk jadi camilan ringan yang gampang ditemui di sudut desa wisata. Teksturnya renyah dengan rasa gurih, pas dimakan sebagai teman ngobrol di warung emperan sambil menunggu kabut reda.

5. Olahan Kentang Dataran Tinggi

Kentang Dieng dikenal berukuran besar dan pulen karena ditanam di tanah vulkanik yang subur. Kualitasnya disebut yang terbaik di Indonesia, sehingga lezat diolah jadi perkedel, kentang goreng, maupun campuran sayur sop hangat.

Suasana pedesaan yang ramah dan harga makanan yang terjangkau melengkapi pengalaman kuliner di kawasan ini. Semangkuk sop kentang panas jadi penutup yang pas sebelum melanjutkan perjalanan.

Lima pilihan di atas menunjukkan kekayaan rasa Dieng tak lepas dari bahan lokal dan suasana desanya. Sisihkan waktu mampir ke warung-warung tradisional saat berkunjung, bukan cuma berburu foto di spot wisata.

Reporter: Mahsyar Hamdani