5 Perbedaan Doctor X Versi Korea dan Jepang yang Perlu Kamu Tahu

Serial Doctor X versi Korea menempati peringkat satu Netflix Global Top 10 Non-English Shows dengan 4,6 juta penonton.
Penulis: Fadhli Usman
Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:21:31 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Serial Doctor X: The Age of the White Mafia langsung mencuri posisi puncak Netflix Global Top 10 Non-English Shows pada minggu pertama penayangannya. Drama Korea yang dibintangi Kim Ji Won ini menembus 4,6 juta penonton dan masuk sepuluh besar di 36 negara. Karena statusnya sebagai remake, perbandingan dengan versi Jepang pun tak terhindarkan.

Doctor X: The Age of the White Mafia tayang perdana pada awal Oktober 2026 dan langsung menempati peringkat satu di tujuh negara, termasuk Korea Selatan, Indonesia, Filipina, dan Thailand. Serial ini merupakan remake dari Doctor X: Surgeon Michiko Daimon yang lebih dulu populer di Jepang. Berikut sejumlah perbedaan menonjol antara kedua versi tersebut.

1. Karakter Tokoh Utama

Versi Jepang menampilkan Ryoko Yonekura sebagai Michiko Daimon, sosok ahli bedah yang mandiri dan blak-blakan. Ia percaya diri tinggi dan tak ragu menyampaikan gagasannya secara terus terang. Sementara versi Korea menghadirkan Kim Ji Won sebagai Gye Su Jeong, pribadi yang dingin dan cenderung tertutup. Meski begitu, keduanya sama-sama berani menentang sistem rumah sakit tempat mereka bekerja.

2. Latar Perkenalan di Episode Perdana

Versi Jepang memperkenalkan Daimon lewat adegan penanganan keadaan darurat di sebuah klub. Versi Korea memilih latar berbeda: Su Jeong dan Hee Sook diperkenalkan di sebuah aula biliar saat seseorang membutuhkan bantuan mendesak. Pilihan lokasi ini langsung memberi warna tersendiri pada karakter utama.

3. Penekanan Konflik dan Nuansa Cerita

Kedua serial memakai kerangka cerita yang sama, yakni perjuangan tokoh utama mengungkap politik rumah sakit. Versi Korea menambahkan sorotan soal para pekerja yang belum menerima gaji di balik perlakuan istimewa untuk pasien VIP. Jadwal pasien dan operasi rumah sakit juga terseret kepentingan klub pribadi bernama Magnolia Society.

4. Pemeran Pendukung dan Perannya

Versi Jepang punya ahli anestesi Hiromi Jonouchi yang diperankan Yuki Uchida. Di versi Korea, peran serupa diisi Jo Wonjin yang diperankan Lee Jin Hee. Direktur rumah sakit juga berbeda: versi Jepang menampilkan Ryunosuke Busujima pada season 1 dan Shigekatsu Hiruma di season berikutnya, sedangkan versi Korea menghadirkan Bu Seunggwon. Di kedua versi, direktur rumah sakit butuh jasa tokoh utama sekaligus berusaha menahannya di bawah kendali organisasi.

5. Hubungan dengan Kepala Agensi

Perbedaan cukup mencolok ada pada tokoh kepala agensi. Versi Jepang menampilkan Akira Kanbara yang diperankan Ittoku Kishibe. Versi Korea menghadirkan Jang Hee Sook yang diperankan Lee Jung Eun dengan hubungan jauh lebih personal terhadap Su Jeong. Su Jeong memperlakukan Hee Sook sebagai sosok yang bisa menjadi bos sekaligus figur yang lebih dekat.

Dari karakter tokoh utama sampai hubungan personal dengan kepala agensi, remake Korea tetap mempertahankan kerangka asli Jepang sambil menambah lapisan konflik baru. Buat kamu yang sudah nonton salah satunya, membandingkan kedua versi bisa jadi tontonan menarik berikutnya.

Reporter: Fadhli Usman