Film Afrika Selatan Variations on a Theme Ditulis Pakai Microsoft Excel
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Film Variations on a Theme, perwakilan Afrika Selatan di ajang Oscar, mencuri perhatian karena proses kreatifnya yang tak biasa. Sutradara Devon Delmar mengaku naskah film ini disusun menggunakan Microsoft Excel, alat yang jauh dari kesan sinematik. Metode tersebut dipakai untuk memetakan lima hari cerita dan 30 shot yang berulang secara presisi.
Variations on a Theme (Variasies op 'n Tem) menjadi salah satu judul yang diperbincangkan di festival film internasional. Film garapan Devon Delmar dan Jason Jacobs ini terpilih mewakili Afrika Selatan di ajang Oscar dan baru saja diputar di BFI London Film Festival ke-70.
Sebelum sampai ke London, film ini lebih dulu memenangkan Tiger Award di International Film Festival Rotterdam. Penghargaan bergengsi itu mengukuhkan posisi Variations on a Theme sebagai salah satu karya paling diperhatikan tahun ini.
Sinopsis: Kisah Ouma Hettie dan Ritme Kamiesberge
Variations on a Theme mengikuti Ouma Hettie, seorang penggembala kambing berusia delapan puluhan di Kamiesberge, Afrika Selatan. Hidupnya berubah ketika ia menjadi korban penipuan yang menjanjikan kompensasi atas pengabdian ayahnya yang tak pernah dibayar selama Perang Dunia II.
Insiden itu membuat keluarganya ikut terlibat lebih jauh dari yang ia inginkan. Cerita bergerak di antara lanskap kering Kamiesberge dan dinamika keluarga yang rumit.
Situs BFI London Film Festival menyebut film ini memiliki gaya visual puitis dan khas. "Gaya visual yang puitis dan khas menyuntikkan kesenangan ke dalam studi tajam tentang ketangguhan seorang perempuan dan komunitas yang hidup dekat dengan alam," demikian keterangan di situs festival tersebut.
Ritme Harian yang Jadi Dasar Cerita
Devon Delmar, yang juga bertindak sebagai editor, menjelaskan bahwa pendekatan film ini berangkat dari pengamatan Jason Jacobs terhadap kampung halamannya. Jacobs lahir dan bersekolah di desa yang tampil dalam film, lalu kembali tinggal bersama neneknya setelah lama menetap di Cape Town.
Keduanya pernah membuat film pendek di lokasi yang sama beberapa tahun lalu. Delmar mengaku sudah menjadi bagian dari komunitas tersebut dengan caranya sendiri.
"Siapa pun akan bisa mengamati rutinitas, ritme ruang ini," kata Delmar kepada THR. "Jika Anda duduk di sudut cukup lama, Anda akan mulai menyadari rutinitas dan ritme yang muncul secara alami."
Dari situ lahir judul Variations on a Theme. Repetisi kehidupan sehari-hari dianggap selaras dengan kenyataan bahwa eksploitasi yang terjadi sekarang hanyalah sejarah yang berulang.
"Yang terjadi pada warga desa yang ditipu uangnya persis seperti yang terjadi pada 1940-an terhadap ayah tokoh utama, yang dieksploitasi pemerintah saat itu," ujarnya.
Microsoft Excel dan Formula Musik Arvo Pärt
Untuk memastikan representasi repetisi dan siklus kekerasan itu tampak di layar, Delmar memakai Microsoft Excel. Ia menyebut film ini mungkin satu-satunya yang ditulis dengan perangkat lunak spreadsheet tersebut.
"Saya pernah bercanda bahwa ini mungkin satu-satunya film yang ditulis di Microsoft Excel," kata Delmar. "Karena kami punya lima hari cerita, jadi kami punya lima kolom dan 30 shot yang berulang seperti jarum jam."
Inspirasi lain datang dari komposer Estonia Arvo Pärt. Delmar menyebut Pärt sebagai tokoh besar di Tallinn yang menulis musik dengan pendekatan sangat formulaik.
Pärt dikenal mengembangkan ide dari inti kecil, lalu membiarkannya berkembang menjadi musik yang indah dan spiritual. Pendekatan itu diadopsi Delmar dan Jacobs untuk merangkum film dalam satu ide inti, lalu membiarkannya mengalir.
"Seperti origami yang Anda buat, lalu muncul buku pop-up," jelasnya.
Jejak di Festival dan Peluang Oscar
Perjalanan Variations on a Theme dimulai dari Rotterdam, tempat film ini meraih Tiger Award. Setelah itu, film diputar di BFI London Film Festival ke-70 dan mendapat sambutan positif dari penonton maupun kritikus.
Sebagai perwakilan Afrika Selatan, film ini akan bersaing di kategori Film Internasional Terbaik pada ajang Oscar. Persaingan di kategori tersebut biasanya diisi puluhan film dari berbagai negara.
Kombinasi cerita lokal, pendekatan struktur yang matematis, dan gaya visual puitis membuat Variations on a Theme berbeda dari kebanyakan film festival tahun ini.
Bagi penonton Indonesia, film ini menjadi contoh bagaimana keterbatasan alat tak menghalangi eksperimen sinematik. Metode penulisan naskah dengan Excel justru menjadi daya tarik tersendiri di kalender festival internasional.