Tesla Roadster Generasi Kedua Muncul Perdana: Desain Wedge Terinspirasi SR-71
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Tesla akhirnya merilis foto resmi eksterior Roadster generasi kedua, memperlihatkan bodi wedge tajam yang mengadopsi siluet jet mata-mata Lockheed SR-71 Blackbird. Foto ini jadi penampakan pertama setelah bertahun-tahun teaser tanpa wujud final, meski Tesla belum mengungkap harga, spesifikasi baterai, maupun jadwal produksi resmi.
Tesla merilis serangkaian foto eksterior Roadster generasi kedua, memberi gambaran utuh soal bahasa desain yang dipakai. Foto-foto ini menampilkan mobil dari berbagai sudut, mulai dari tampak depan, samping, hingga buritan, sehingga proporsi bodinya bisa dibaca lebih jelas dibanding sekadar render teaser yang beredar sebelumnya.
Yang paling menonjol adalah bentuk wedge alias baji, dengan garis atap rendah dan moncong meruncing ke depan. Tesla menyebut inspirasi desainnya datang dari pesawat terbang ikonik seperti Lockheed SR-71 Blackbird, jet pengintai yang dikenal karena siluet pipih dan panjang.
Desain Wedge: Bahasa Baru Roadster Tesla
Siluet wedge pada Roadster generasi kedua berbeda jauh dari Roadster generasi pertama yang berbasis Lotus Elise. Kini garis bodinya lebih agresif, dengan kabin yang tampak didorong ke belakang dan overhang depan yang panjang.
Pendekatan ini menempatkan Roadster bukan lagi sebagai roadster ringan sederhana, melainkan sebagai hypercar listrik dengan proporsi yang menantang supercar bensin. Namun perlu dicatat, foto resmi hanya memperlihatkan eksterior. Tesla belum membuka tampilan interior secara penuh di rilis ini.
Klaim Thruster: Janji Lama yang Belum Terbukti
Sejak diperkenalkan sebagai konsep, Tesla mengklaim Roadster akan memakai sistem thruster atau pendorong gas bertekanan untuk menambah akselerasi. Klaim ini masih belum diverifikasi secara independen sampai sekarang.
Dalam rilis foto terbaru, tidak ada penjelasan teknis soal cara kerja thruster, berapa tambahan tenaga yang dihasilkan, atau apakah sistem ini lolos regulasi jalan raya di berbagai negara. Untuk pembaca yang menimbang membeli, klaim seperti ini sebaiknya diperlakukan sebagai target pabrikan, bukan angka final.
Spesifikasi dan Harga Masih Kosong
Rilis ini murni galeri foto. Tidak ada data kapasitas baterai dalam kWh, jangkauan dalam kilometer, waktu pengisian, maupun daya motor listrik yang dikonfirmasi ulang.
Begitu pula harga. Tesla belum mengumumkan angka resmi untuk pasar mana pun, termasuk Indonesia. Sebagai catatan, Roadster generasi pertama saat masih dijual berada di kisaran harga ratusan juta rupiah untuk unit bekas, tetapi generasi kedua ini diposisikan jauh lebih tinggi di lineup Tesla.
Konteks Kompetitif: Siapa Lawan Sesungguhnya
Jika mengacu pada segmen hypercar listrik, Roadster akan berhadapan dengan model-model seperti Rimac Nevera dan Lotus Evija. Keduanya sudah punya angka performa yang terverifikasi di lintasan, sesuatu yang belum dimiliki Roadster generasi kedua.
Di sisi lain, Tesla juga menampilkan foto model lain dalam konteks serupa, termasuk Porsche Mission S Concept dan Lamborghini Diablo 1992, yang menunjukkan posisi Roadster baru ini dibidikkan sebagai ikon desain, bukan sekadar mobil listrik cepat.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menunggu
- Belum ada tanggal produksi resmi — Tesla hanya merilis foto, bukan jadwal pengiriman
- Spesifikasi teknis belum final — klaim thruster, baterai, dan tenaga masih tanpa angka terverifikasi
- Harga belum diumumkan — termasuk untuk pasar Indonesia yang belum tentu kebagian unit
- Foto hanya eksterior — interior belum ditampilkan penuh di rilis ini
Bagi yang tertarik, langkah paling masuk akal adalah menunggu spesifikasi resmi dan hasil uji independen. Foto bagus tidak menjawab pertanyaan soal performa nyata, durabilitas baterai, atau apakah thruster benar-benar masuk produksi.