5 Kuliner Legendaris di Sekitar Stasiun Tanah Abang
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Stasiun Tanah Abang bukan cuma pusat grosir tekstil, tapi juga surga kuliner yang sudah bertahan puluhan tahun. Dari nasi uduk Betawi sampai soto Padang, sederet warung di kawasan ini tetap eksis karena rasa dan resep turun-temurun. Berikut lima tempat makan yang layak masuk daftar buruanmu.
Kawasan Tanah Abang dikenal sebagai pusat perdagangan, tapi di sela-sela gedung grosirnya tersimpan banyak warung tua yang masih beroperasi hingga kini. Beberapa bahkan sudah berumur lebih dari setengah abad. Berikut rekomendasinya.
1. Nasi Uduk H. Zainal Fanani
Kedai ini sudah menjual nasi uduk Betawi sejak 1967. Usahanya dirintis Zainal Fanani dan sekarang dikelola generasi kedua keluarga. Nasi uduknya dibungkus daun pisang, ditaburi bawang goreng, lalu disandingkan dengan lauk seperti ayam kampung goreng, sate udang, empal, dan jeroan. Harga lauknya mulai Rp20.000-an, lengkap dengan pilihan sambal dan racikan kecap berbumbu. Lokasinya di Jalan Kebon Kacang 8 No.5.
2. Warung Nasi Alam Sunda Tanah Abang
Berdiri sejak 2003, warung ini menyajikan puluhan lauk khas Sunda dengan sistem prasmanan. Menu andalannya antara lain bebek goreng, ayam goreng, paru, dan sate ati ampela. Pembeli bisa mengambil nasi sepuasnya dengan tarif Rp7.000 per orang, sementara harga lauk berkisar Rp10.000 sampai Rp40.000. Warung ini beralamat di Jalan H. Fachrudin No. 191, Tanah Abang.
3. Gado-gado Cemara
Gado-gado Cemara didirikan Niawati Setiawan pada 1947 dan kini menempati Jalan Tanah Abang 5 No. 36. Yang bikin beda adalah bumbu kacangnya yang dicampur kacang mete, menghasilkan cita rasa manis dengan tekstur kental. Isiannya terdiri dari bayam, kol, kacang panjang, tauge, tahu, dan tempe. Satu porsinya dibanderol mulai Rp38.000-an.
4. Soto Padang Bang Karto
Soto Padang H. Bang Karto berawal dari Bukittinggi pada 1948, lalu membuka cabang di Jakarta pada 1991. Menu andalannya soto dengan potongan daging goreng berukuran besar, paru sapi, dan jeroan. Ada pula pelengkap seperti mie rebus serta teh telur jeruk nipis. Seporsi soto dijual Rp25.000-Rp50.000 di Jalan KH Mas Mansyur Gang Riban No. 25A.
5. Pondok Djaja
Pondok Djaja berdiri sejak 1969 dan termasuk rumah makan Padang tertua di Jakarta. Lokasinya dekat Stasiun Tanah Abang, tepatnya di Jalan KH Hasyim Ashari. Beberapa menu andalannya adalah ayam goreng kampung Rp28.000 per potong, rendang Rp30.000, dan tahu tauco Rp10.000. Kini dikelola generasi kedua, rumah makan ini menyajikan sekitar 30 jenis masakan setiap hari.
Lima warung di atas membuktikan kawasan Tanah Abang bukan sekadar pusat belanja. Resep yang bertahan puluhan tahun jadi alasan tempat-tempat ini tetap ramai sampai sekarang.