Sungai Jeneberang Gowa Mengering, Warga Berburu Foto di Dasar Batuan

Warga berfoto di dasar Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang mengering saat musim kemarau.
Penulis: Saifuddin Wahid
Kamis, 17 September 2026 | 10:42:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Dasar Sungai Jeneberang di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berubah menjadi hamparan bebatuan setelah debit airnya menyusut saat kemarau. Lekukan batu hasil erosi itu kini jadi latar foto warga yang datang berbondong-bondong. Fenomena ini muncul bersamaan dengan dampak El Nino yang membuat sungai kian kering.

Dasar Sungai Jeneberang di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menampakkan wajah berbeda ketika musim kemarau datang. Air yang biasanya mengalir deras kini surut, menyingkap hamparan batu yang membentang luas di sepanjang aliran. Warga sekitar menyebutnya sebagai wisata dadakan.

Bebatuan Erosi Jadi Latar Foto

Lekukan pada bebatuan terbentuk dari proses erosi yang berlangsung bertahun-tahun. Pola alami itu menciptakan tekstur dan bentuk yang tidak biasa dijumpai di sungai lain saat airnya normal.

Dari kejauhan, hamparan batu tersebut tampak seperti kawasan batuan alami tersendiri. Kontras antara batu cokelat keabuan dan sisa genangan air menjadi daya tarik visual yang sulit dilewatkan begitu saja.

Aktivitas Warga di Dasar Sungai

  • Berfoto dengan latar bebatuan erosi yang unik
  • Menikmati suasana terbuka di tengah aliran sungai yang mengering
  • Mengabadikan momen bersama keluarga atau teman

Warga yang datang umumnya memanfaatkan momen langka ini untuk bersantai sekaligus mencari konten visual. Area dasar sungai yang kering memberi ruang gerak lebih luas dibanding saat air mengalir normal.

Penyebab Debit Air Menyusut

Mengeringnya Sungai Jeneberang terjadi di tengah musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino. Kondisi ini bukan sekadar pemandangan sementara, melainkan gambaran berkurangnya debit air selama musim kering.

Bagi warga, fenomena tersebut menghadirkan daya tarik sesaat. Namun dari sisi lingkungan, penurunan debit air menjadi sinyal yang perlu dicermati, terutama bagi kawasan yang bergantung pada aliran sungai ini.

Informasi Praktis untuk Berkunjung

Lokasi ini berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dan dapat dijangkau dari pusat Kota Makassar dengan kendaraan pribadi maupun umum. Karena statusnya bukan destinasi resmi, fasilitas penunjang seperti tiket masuk, jam operasional, dan area parkir belum tersedia secara tetap.

Wisatawan yang hendak datang sebaiknya memastikan kondisi terkini melalui dinas pariwisata setempat atau warga sekitar. Perhatikan juga keselamatan karena bebatuan bisa licin dan permukaan sungai dapat berubah sewaktu-waktu.

Fenomena Sungai Jeneberang yang mengering menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, meski sifatnya sementara dan bergantung pada musim. Bagi yang ingin menyaksikannya, datanglah dengan persiapan matang dan tetap utamakan keselamatan selama berada di area dasar sungai.

Reporter: Saifuddin Wahid