PLN EPI dan Danantara Bangun Model Pengelolaan Sampah Terpadu di Bandung
LIPUTANHARIAN.CO.ID — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama Danantara Development Management Fund (DDMF) dan sejumlah mitra meneken komitmen pengembangan Decentralized Waste Management (DWM) di Kota Bandung. Kerja sama ini menyiapkan sistem pengelolaan sampah terdesentralisasi yang hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi sekunder. Langkah tersebut menempel pada upaya PLN memperluas pemanfaatan biomassa untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Bandung menjadi lokasi uji coba pengelolaan sampah terdesentralisasi yang melibatkan sejumlah perusahaan pelat merah dan pemerintah daerah. Komitmen bersama ini ditandatangani PLN EPI, DDMF, PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Pertamina Power Indonesia (PNRE), dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung. Penandatanganan tersebut menjadi titik awal koordinasi, penjajakan, pengkajian, serta penilaian potensi DWM di wilayah tersebut.
Sampah Kota Jadi Bahan Baku Energi
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyatakan DWM berkaitan erat dengan upaya memperluas pemanfaatan sumber energi berbasis limbah. Selama ini PLN EPI mengembangkan rantai pasok biomassa untuk mendukung substitusi sebagian bahan bakar fosil pada pembangkit melalui program cofiring.
"Di PLN EPI, kita melakukan substitusi bahan-bahan fosil menjadi bahan-bahan berbasis hayati untuk kelangsungan energi kita melalui cofiring," kata Hokkop dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).
Hokkop menyebut PLN telah memanfaatkan sekitar 2,5 juta ton biomassa dalam satu tahun terakhir. Sekitar 99% biomassa tersebut berasal dari limbah agro. Artinya, pemanfaatan sampah kota lewat skema DWM membuka jalur bahan baku baru yang selama ini belum tergarap optimal.
Potensi Limbah Agro Baru Terserap Sebagian Kecil
Potensi limbah agro di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 80 juta ton per tahun. Angka itu menunjukkan masih besarnya peluang pemanfaatan limbah menjadi sumber energi maupun produk bernilai tambah.
"Dari semua yang kita paparkan, kita baru deploy 2,5 juta ton. Ternyata potensi limbah agro kita bisa menyentuh 80 juta ton per tahun," ujar Hokkop.
Selisih antara realisasi dan potensi itu menjadi dasar bagi PLN EPI untuk memperluas cakupan bahan baku, termasuk dari sampah perkotaan yang volumenya terus tumbuh seiring pertambahan penduduk.
Ekosistem Biomassa Melibatkan Pelaku Usaha Muda
Pengembangan ekosistem biomassa turut melibatkan pelaku usaha di berbagai daerah. Saat ini PLN EPI memiliki sekitar 180 kontrak aktif dalam rantai pasok biomassa.
Sekitar 60% dari kontrak tersebut melibatkan pelaku usaha muda. Keterlibatan berbagai pihak itu menjadi bagian dari pengembangan ekosistem energi berbasis sumber daya lokal, sekaligus membuka lapangan kerja di daerah.
Bagi Kota Bandung, skema DWM berpotensi mengurangi beban tempat pembuangan akhir yang selama ini menjadi persoalan klasik. Sampah yang biasanya hanya berakhir di TPA bisa diolah menjadi bahan baku energi, sehingga memberi nilai tambah ekonomi bagi pengelolaan persampahan kota.
Kolaborasi lintas perusahaan dan pemerintah daerah ini memperlihatkan arah kebijakan energi yang makin menempatkan limbah sebagai aset. Jika kajian di Bandung berjalan lancar, model serupa berpeluang direplikasi ke kota lain yang menghadapi persoalan sampah dan kebutuhan energi sekaligus.