Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Belum Padam hingga Malam Ini, Material Sampah dan Angin Kencang Jadi Kendala Utama

Petugas pemadam berupaya melokalisasi api di tiga blok TPA Putri Cempo, Solo, yang masih menyala hingga Kamis malam.
Penulis: Fadhli Usman
Jumat, 04 September 2026 | 03:27:01 WIB

SOLO — Kebakaran yang melanda lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah, menunjukkan tanda-tanda sulit dipadamkan. Hingga Kamis malam, api masih terlihat menyala di tiga blok berbeda, dan upaya pemadaman terkendala kondisi material sampah yang mudah terbakar serta angin kencang yang bertiup di lokasi.

Petugas di lapangan disebutkan kini memprioritaskan pelokalan api, upaya pencegahan agar bara dan kobaran tidak menjalar ke area lain di luar TPA. Langkah ini diambil sebagai tindakan antisipasi setelah titik api diketahui tidak kunjung reda.

Peristiwa kebakaran di TPA yang terletak di Kecamatan Pasar Kliwon ini pertama kali terdeteksi pada Rabu malam lalu. Belum ada laporan resmi mengenai penyebab pasti api pertama kali muncul maupun total luas lahan yang hangus.

Simpul Utama Pemadaman Terkendala Angin Kencang

Fokus pemadaman saat ini terbagi di Blok B, Blok C, dan Blok D. Ketiga area tersebut menjadi titik di mana api masih menyala paling besar.

Angin kencang yang bertiup di area TPA membuat proses penyemprotan air menjadi kurang efektif. Di sisi lain, tumpukan sampah yang sebagian besar merupakan material kering justru mempercepat perambatan api dari satu titik ke titik lainnya.

Pemicu Meluasnya Api

Karakteristik sampah di TPA Putri Cempo yang heterogen menjadi faktor utama yang menyulitkan kerja petugas pemadam. Material yang mudah terbakar, seperti tekstil, plastik, dan sisa organik kering, menyediakan bahan bakar yang melimpah bagi kobaran api.

Kondisi ini diperparah dengan tiupan angin kencang yang terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis. Kombinasi antara bahan bakar dan oksigen inilah yang membuat api terus bertahan dan sulit dipadamkan secara menyeluruh.

Langkah Penanganan di Lokasi

Alih-alih memadamkan langsung pusat api, petugas gabungan yang diterjunkan ke lokasi memilih pendekatan melokalisasi area terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi kebakaran meluas hingga ke permukiman warga atau area pengelolaan sampah lainnya di sekitar TPA.

Upaya pendinginan dan penyekatan terus dilakukan secara bergantian oleh tim di lapangan. Warga di sekitar TPA diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kepulan asap tebal yang dapat mengganggu pernapasan serta mengurangi jarak pandang di malam hari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atau Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo mengenai taksiran kerugian atau penyebab pasti kebakaran. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat memantau kanal resmi pemerintah kota setempat atau menyaksikan liputan langsung dari KompasTV melalui aplikasi yang dapat diunduh di app.kompas.tv.

Reporter: Fadhli Usman