Fenerbahce Siap Lawan UEFA soal Greenwood dan Guendouzi Diselidiki Gestur Provokatif
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Klub Super Liga Turki itu memastikan bakal "menyampaikan pembelaan yang diperlukan" kepada UEFA demi melindungi kepentingan para pemainnya. Sikap tegas ini dituangkan dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun X resmi Fenerbahce. "Sebagai tindak lanjut laga leg kedua play-off Liga Champions, UEFA telah memulai proses disiplin terhadap Matteo Guendouzi, Mason Greenwood, dan klub kami," demikian bunyi keterangan tim asal Istanbul itu.
Akar Masalah: Gestur ke Arah Fan Lyon
Penyelidikan UEFA berawal dari dugaan aksi tidak pantas yang ditunjukkan Greenwood dan Guendouzi pada saat laga leg kedua play-off di markas Lyon berakhir. Fenerbahce menang 1-2 dan lolos dengan agregat 2-3 ke fase grup. Setelah peluit panjang, kedua pemain diduga sempat memegang selangkangan untuk memancing reaksi pendukung tuan rumah. Guendouzi bahkan dikabarkan sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun fan Lyon.
Keributan yang dipicu Guendouzi memang paling mencolok. Pesepak bola 25 tahun yang sempat dua setengah musim membela Marseille tersebut diketahui melintasi lapangan sambil memperagakan gerakan tendangan karate. Aksi itu memancing pemain Lyon untuk menghadapinya, sebelum dilerai rekan setim Guendouzi di Fenerbahce. Ketika meninggalkan lapangan, Guendouzi kembali mengusik fan tuan rumah dengan senyuman dan gestur yang membuat seorang staf Lyon marah dan mendorongnya.
Guendouzi Bersikukuh Jadi Korban Provokasi
Atas tindakannya, Guendouzi mengaku sudah lebih dulu terpancing oleh intimidasi puluhan ribu suporter Lyon. Ia merasa tidak ada satu pun pihak yang berusaha meredam perilaku fan tuan rumah selama laga berlangsung.
"Anda tahu, ada 60.000 orang menghina keluarga dan ibu Anda sebelum pertandingan, dan tak satu pun dari tim wasit yang meminta stadion untuk tenang. Sudah 90 menit, bahkan lebih saat pemanasan, mereka menghina keluarga. Kalau mau bercanda, maka itu harus dua arah," ujarnya seperti dilansir media Inggris.
Pelatih dan Manajemen Beri Dukungan Penuh
Pelatih Fenerbahce, Ismail Kartal, berdiri di belakang anak asuhnya. Ia menilai insiden yang memancing kemarahan publik Prancis itu justru menunjukkan soliditas timnya di bawah tekanan. "Kami semua berdiri bersama. Ini arti kerja sama tim," kata Kartal menanggapi keributan pasca-pertandingan.
Sementara itu, peran Mason Greenwood dalam insiden ini belum diungkap secara detail. Kesebelasannya masih menjadi misteri, namun laporan menyebut pemain asal Inggris itu terlihat membuat gerakan tidak senonoh. Eks striker Manchester United tersebut baru bergabung dengan Fenerbahce pada Juli dengan durasi kontrak empat tahun.
Kini Fenerbahce berjanji akan memantau ketat perkembangan penyelidikan UEFA dan menyerahkan dokumen pendukung untuk membela kedua pemainnya ke badan pengawas sepak bola Eropa tersebut.