Karhutla Gunung Semeru Hanguskan 600 Hektare, BPBD Jatim Turunkan Helikopter Water Bombing 21 Kali

Helikopter BPBD melakukan water bombing di kawasan Gunung Semeru untuk memadamkan api yang menghanguskan 600 hektare lahan.
Penulis: Muzakir Salim
Rabu, 02 September 2026 | 19:33:02 WIB

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, telah menghanguskan lahan seluas sekitar 600 hektare sejak 26 Agustus 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim bersama petugas gabungan menerjunkan helikopter untuk melakukan pemadaman lewat jalur udara di kawasan yang sulit dijangkau.

SIDOARJO — BPBD Jatim mengerahkan helikopter PK-DAP milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menjinakkan api di kawasan Gunung Semeru. Helikopter yang dihadirkan dari Lampung ini memulai misi water bombing di tebing Punggungan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, sisi barat Pos 1 Pendakian.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, hingga pukul 12.00 WIB, helikopter berkapasitas bucket 1.000 liter telah menjalankan 21 kali pengeboman air dengan total curahan mencapai 21.000 liter.

Dua Titik Api Masih Menyala di Lereng Curam

Gatot menyebut dua titik api masih terpantau menyala, yakni di sekitar Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29. Lokasi kedua titik berada di medan sangat curam, membuat tim darat kesulitan untuk menjangkaunya.

"Kendala di lokasi adalah angin yang kencang. Selain membuat api cepat menjalar, operasi water bombing juga terkendala, akibat hempasan angin," ujarnya dalam keterangan resmi di Sidoarjo, Rabu.

Tim Darat Pasang Sekat Bakar untuk Lindungi Permukiman

Pemadaman lewat jalur udara tidak berjalan sendiri. Tim gabungan di darat tetap dikerahkan untuk memadamkan api secara manual dan membuat sekat bakar.

Langkah ini bertujuan memutus jalur perambatan api agar kebakaran tidak meluas menjangkau rumah-rumah penduduk di sekitar lereng gunung.

Angin Kencang Hambat Operasi Udara

Kondisi angin menjadi faktor penentu kelancaran water bombing. Gatot menjelaskan bahwa hembusan angin yang kuat turut memengaruhi keamanan penerbangan unit helikopter saat bermanuver di atas titik api.

"Semoga besok cuacanya lebih mendukung, karena angin yang kencang mempengaruhi keamanan unit helikopter saat melakukan operasi water bombing," tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, petugas masih bersiaga di lapangan untuk mengendalikan api serta memantau kemungkinan munculnya titik-titik baru di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Reporter: Muzakir Salim