BGN Tangguhkan SPPG Sidoarjo Talangangin 30 Hari Buntut Keracunan MBG yang Menimpa 512 Santri di Tanggulangin

Sejumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam menjalani perawatan intensif di RSUD Notopuro, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (19/2/2025).
Penulis: Fadhli Usman
Rabu, 02 September 2026 | 17:10:31 WIB

SIDOARJO — Hingga Rabu ini, sekitar 80 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Tanggulangin masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Sementara itu, 312 orang lainnya telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, dan 120 santri masih dalam masa observasi ketat oleh tim medis.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengonfirmasi tindakan tegas terhadap pengelola dapur MBG yang bertanggung jawab atas insiden ini.

"Kami juga suspend berat selama 30 hari SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah. Selain itu, kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan," ujar Ketut di Jakarta, Rabu.

Investigasi dan Pencopotan Kepala SPPG Menjadi Prioritas BGN

Ketut menegaskan bahwa Kepala BGN, Sudaryono, telah berkomunikasi secara intensif dengan kepala daerah serta pimpinan pondok pesantren setempat. Komunikasi ini difokuskan pada percepatan penanganan korban dan memastikan kesembuhan para siswa menjadi prioritas utama.

Langkah internal lain yang tengah berjalan adalah investigasi menyeluruh bersama Dinas Kesehatan setempat untuk mencari akar pasti penyebab keracunan massal ini. Hasil investigasi tersebut rencananya akan diumumkan kepada publik setelah prosesnya tuntas.

Penanganan Pasien Tidak Seragam, RSUD Notopuro Siaga Penuh

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan seluruh fasilitas kesehatan yang merawat korban dalam kondisi siaga. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang meninjau langsung korban di RSUD Notopuro Sidoarjo pada Rabu dini hari, memastikan penanganan berjalan optimal.

"Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien," kata Emil kepada awak media usai kunjungannya.

Bagaimana Kondisi Terkini Para Santri yang Masih Dirawat?

Emil menjelaskan, hingga pukul 00.30 WIB, sejumlah pasien sudah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka dinyatakan membaik oleh tim medis. Meski begitu, rumah sakit tetap bersiaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pasien baru atau kondisi yang memburuk.

Insiden keracunan ini menjadi ujian bagi pelaksanaan program MBG di Jawa Timur, khususnya dalam hal standar keamanan pangan dan higiene di unit layanan dapur. Publik kini menanti hasil investigasi resmi BGN untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Reporter: Fadhli Usman