Putri Pariwisata Indonesia 2026: Lusia Carmenita dari NTT Bawa Misi Pariwisata Berkelanjutan
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Jakarta menjadi saksi lahirnya wajah baru pariwisata Indonesia setelah Lusia Carmenita Rosalia Lamba, delegasi Nusa Tenggara Timur, dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2026. Kemenangan ini diraihnya pada malam puncak Grand Final di Jakarta dengan mengungguli Puan Pinayongan dari Sumatera Barat sebagai runner-up dan Ester Veronika dari Kalimantan Timur di posisi ketiga.
Lebih dari Sekadar Mahkota
Bagi penyelenggara, Yayasan El John Indonesia, kemenangan Lusia bukanlah akhir dari sebuah kontes kecantikan. Ketua Umum yayasan, M. Johnnie Sugiarto, menekankan bahwa gelar ini membawa tanggung jawab besar bagi sang pemenang.
"Harapan saya, jadilah seorang Putri Pariwisata Indonesia yang tidak hanya memiliki mahkota, tetapi juga memiliki makna bagi diri sendiri, bagi keluarga, dan bagi bangsa Indonesia tercinta," tegas Johnnie dalam pesannya usai acara.
Apa Tugas Lusia ke Depan?
Dengan gelar barunya, Lusia diharapkan aktif mempromosikan destinasi wisata Nusantara agar semakin dikenal wisatawan mancanegara. Ia juga dituntut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan, bukan hanya mengejar jumlah kunjungan tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Tema Sustainable Tourism dan 30 Finalis
Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2026 merupakan penyelenggaraan ke-19 kalinya. Tema "Sustainable Tourism" yang diangkat menjadi benang merah seluruh rangkaian acara, menegaskan peran anak muda dalam membangun pariwisata yang bertanggung jawab.
Sepanjang kompetisi, Lusia bersaing dengan 30 finalis dari berbagai provinsi. Penilaian juri tidak hanya berfokus pada penampilan fisik, melainkan juga pada karisma, wawasan, dan konsistensi dalam memahami isu-isu kepariwisataan nasional.
Dampak bagi Pariwisata NTT
Kemenangan Lusia menjadi kebanggaan tersendiri bagi Nusa Tenggara Timur. Prestasi ini sekaligus menjadi panggung promosi efektif bagi keindahan alam dan kekayaan budaya provinsi yang dikenal dengan destinasi seperti Pulau Komodo dan Labuan Bajo ini. Nama Lusia kini identik dengan upaya mengenalkan potensi wisata NTT sekaligus Indonesia ke level internasional.
Dengan mahkota di kepalanya, Lusia kini memikul misi besar: membuktikan bahwa pariwisata Indonesia bisa tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan dan kearifan lokal. Langkah nyatanya akan dinantikan sepanjang masa tugasnya.