Polda Sumsel dan Google for Education Latih 30 Guru Madrasah soal AI, Ini Fokus Utamanya

Puluhan guru madrasah dari Sumatera Selatan mengikuti pelatihan Training of Trainers (TOT) Program Paham AI di Palembang, Sabtu (29/8/2026).
Penulis: Fadhli Usman
Senin, 31 Agustus 2026 | 03:13:31 WIB

PALEMBANG — Puluhan guru madrasah dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan mengikuti pelatihan Training of Trainers (TOT) Program Paham AI yang digelar di Palembang, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Polda Sumatera Selatan, Google for Education, dan Kementerian Agama untuk memperkuat kompetensi digital tenaga pendidik.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, menegaskan bahwa penguatan literasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak di tengah masifnya penggunaan kecerdasan artifisial di masyarakat. Menurutnya, guru tidak boleh sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus memahami cara kerja dan dampaknya.

Mengapa Guru Madrasah Perlu Bekal Literasi AI?

Perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut tenaga pendidik untuk terus meng-upgrade kemampuan. Kombes Pol. Nandang menyebut, pemahaman yang baik terhadap AI akan membantu guru memanfaatkan teknologi tersebut untuk menunjang kegiatan pembelajaran, bukan justru menjadi korban penyalahgunaannya.

"Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui penguatan literasi teknologi dan kecerdasan artifisial bagi tenaga pendidik," ujar Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).

Ia menambahkan, pelatihan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat. Polri, melalui jajaran Polda Sumsel, berperan aktif dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah hukumnya.

Target: Menular ke Seluruh Tenaga Pendidik

Program Paham AI ini tidak berhenti pada peserta yang hadir. Para guru yang mengikuti TOT diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu meneruskan ilmu yang didapat kepada rekan-rekan guru lainnya di madrasah masing-masing.

Dengan sistem pelatihan berjenjang ini, dampak yang diharapkan jauh lebih luas. Kolaborasi lintas sektor antara kepolisian, akademisi, dan platform teknologi seperti Google for Education dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemerataan literasi digital di sektor pendidikan.

Kegiatan ini sekaligus menjawab kekhawatiran akan dampak negatif AI jika digunakan tanpa panduan. Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu memilah penggunaan teknologi yang tepat guna dan memberikan manfaat nyata bagi siswa.

Polda Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi serupa di masa mendatang. Langkah ini sejalan dengan upaya menyiapkan generasi muda yang adaptif dan berdaya saing di era digital, dimulai dari penguatan kapasitas para pendidiknya.

Reporter: Fadhli Usman