JAKARTA — Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menerima langsung penghargaan detikSumatera Awards 2026 dari Regional Manager detikcom Triono Wahyu Sudibyo di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam. Ajang ini digagas detikSumut dan detikSumbagsel sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata institusi pemerintah dalam pembangunan dan kemajuan Pulau Sumatera.
Penghargaan ini diraih berkat program 100.000 Sultan Muda yang menjadi strategi utama Pemprov Sumsel dalam memperluas akses keuangan bagi generasi muda. Program yang digagas Gubernur Herman Deru ini dinilai berhasil mengintegrasikan pengembangan kewirausahaan muda dengan perluasan akses pembiayaan, hilirisasi, dan digitalisasi ekonomi.
Strategi Empat Pilar Program 100.000 Sultan Muda
Gubernur Herman Deru menyebut program ini menjadi unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Sumsel. Ada empat strategi utama yang dijalankan dalam program tersebut.
- Perluasan akses keuangan bagi pelaku usaha muda
- Penyaluran kredit khusus Sultan Muda
- Business matching antara pelaku usaha dengan investor atau mitra
- Penguatan ekosistem kewirausahaan secara berkelanjutan
Pembiayaan Hampir Tembus Rp 1 Triliun
Semangat para Sultan Muda tercermin dari nilai pembiayaan yang telah disalurkan mendekati Rp 1 triliun. Program yang berjalan sejak 1,5 tahun ini menjadikan Sumsel sebagai provinsi pertama di Indonesia yang mengukuhkan seluruh TPKAD kabupaten/kota secara nasional.
Percepatan pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan himbara, Bank Sumsel Babel, perbankan swasta, dan 17 TPKAD kabupaten/kota di Sumsel.
Sultan Muda Center Jadi Pusat Pembinaan Wirausaha Muda
Sebagai pusat pembinaan, Pemprov Sumsel bersama OJK Sumsel membentuk Sultan Muda Center. Wadah ini menjadi tempat bagi para pelaku usaha muda untuk memperoleh pendampingan, coaching, serta fasilitasi akses keuangan.
"Program 100.000 Sultan Muda menjadi unggulan TPKAD Sumsel karena mampu mengintegrasikan pengembangan kewirausahaan muda dengan perluasan akses pembiayaan, hilirisasi, dan digitalisasi ekonomi," ujar Herman Deru.
Program ini disebut selaras dengan Asta Cita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, sekaligus menjadi gerakan strategis mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.