Rupiah Ditutup di Rp17.723, Pengamat: Besok Berpotensi Melemah ke Rp17.750

Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.723 per dolar AS pada perdagangan Selasa (25/8/2026).
Penulis: Fadhli Usman
Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:33:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Tekanan terhadap mata uang Garuda belum mereda. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu (26/8/2026), berkisar di rentang Rp17.730 hingga Rp17.750 per dolar AS.

"Pasar masih mengambil posisi defensif mencermati arah kebijakan fiskal dan ketidakpastian eksternal," ujar Ibrahim dalam analisisnya, Selasa (25/8/2026).

Fitch Nilai Target Pertumbuhan 8% Terlalu Ambisius

Keraguan pasar bermula dari penilaian Fitch Ratings terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar delapan persen yang dipatok pemerintah dalam RAPBN 2027. Lembaga pemeringkat internasional itu menilai angka tersebut terlalu ambisius dan lebih realistis berada di kisaran enam persen, atau masih di atas proyeksi Fitch sebesar lima persen.

Ibrahim menjelaskan, terdapat sejumlah risiko penurunan (downside risks) yang membayangi prospek perekonomian tahun depan. Ketidakpastian geopolitik global yang berlarut-larut, potensi kenaikan harga minyak mentah dunia, serta perlambatan ekonomi mitra dagang utama dinilai mampu menahan laju ekspansi ekonomi nasional.

Konsolidasi Fiskal Berisiko Gagal, Defisit Berpotensi Melebar

Dari sisi anggaran, pemerintah menargetkan defisit APBN 2027 sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih rendah dari target 2026 yang sebesar 2,85 persen. Angka ini memang masih aman di bawah pagu legal tiga persen PDB, namun Fitch mengingatkan konsolidasi tersebut sulit dipertahankan.

"Pengalaman masa lalu menunjukkan target defisit sering di

Reporter: Fadhli Usman