PLTS 100 GWp Resmi Bergulir, Bahlil: Setara 5,52 Juta Lapangan Kerja Baru

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8).
Penulis: Fadhli Usman
Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:01:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Langkah awal program ini ditandai dengan peluncuran dan groundbreaking di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8). Secara hibrid, acara tersebut terhubung dengan tiga proyek percontohan lain: PLTS Terapung Gajah Mungkur di Jawa Tengah, PLTS Desa Sembur di Kepulauan Riau, dan PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung.

Bahlil menegaskan proyek ini bukan sekadar tambahan pasokan listrik, melainkan strategi kemandirian energi. "Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri," ujarnya di sela peresmian.

Hemat APBN dan Kurangi Emisi Karbon

Dari sisi fiskal, pemanfaatan energi surya ini diproyeksikan menghemat anggaran negara lebih dari Rp73 triliun per tahun. Pasalnya, biaya pokok pembangkitan PLTS dinilai lebih murah dibandingkan pembangkit diesel maupun gas.

Program ini juga menargetkan penghematan konsumsi diesel hingga 6 juta kilo liter per tahun secara nasional, termasuk 500 ribu kilo liter khusus untuk wilayah Bali. Dampak lingkungannya pun signifikan: emisi karbon diperkirakan turun 140,16 juta ton CO2 per tahun, setara nilai ekonomi karbon Rp6,31 triliun.

Listrik 24 Jam untuk Pulau Terpencil

Manfaat program ini langsung dirasakan masyarakat di wilayah kepulauan. PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung, misalnya, berhasil memperpanjang nyala listrik warga dari sebelumnya hanya 12 jam menjadi 24 jam setiap hari. Proyek tersebut juga menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) sekitar Rp4.400 per kWh atau 26 persen lebih rendah.

Sementara itu, PLTS Desa Sembur di Kepulauan Riau diarahkan untuk menggerakkan ekonomi nelayan. Listrik yang dihasilkan dipakai untuk mengoperasikan cold storage berkapasitas 5 ton dan mesin pembuat es berkapasitas 4 ton, sehingga hasil tangkapan ikan bisa lebih awet.

Target 100 GWp dalam Tiga Tahun

Pada tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS di enam provinsi dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp. Rinciannya mencakup PLTS Gilimanuk 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur 134 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, dan PLTS Pulau Rengit 0,078 MWp.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh pemerintah mengejar target tersebut. "Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," kata Presiden dalam arahannya.

Presiden meminta jajaran kementerian dan BUMN memperkuat kolaborasi serta menjaga efisiensi pengelolaan keuangan negara demi mendukung pembangunan proyek berskala besar ini. Dengan pengembangan dari proyek raksasa hingga pulau terpencil, program PLTS 100 GWp menjadi tulang punggung transformasi energi nasional yang mengedepankan industri dalam negeri.

Reporter: Fadhli Usman