Tujuh Insiden dalam 10 Bulan: Bagaimana ECB Menghentikan Kebiasaan Buruk Pemain Inggris?

Carse tampak dikelilingi petugas kepolisian dalam sebuah insiden yang terjadi di Durham, Inggris.
Penulis: Mahsyar Hamdani
Senin, 24 Agustus 2026 | 05:04:31 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Foto yang beredar memperlihatkan Carse dikelilingi petugas kepolisian, dengan rekan setimnya di Durham, Matthew Potts, ikut terekam dalam gambar. Mantan kapten Inggris, Ben Stokes, juga tampak berada di lokasi kejadian. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah kapten anyar Inggris, Joe Root, menyerukan para pemainnya menjadi panutan yang baik.

Ini adalah insiden keempat yang melibatkan pemain Inggris dalam 10 bulan terakhir. Sebelumnya, Harry Brook dihantam penjaga klub malam di Wellington, Ben Duckett direkam dalam keadaan mabuk di Noosa, serta Stokes dan Gus Atkinson terlibat dalam insiden pemukulan petugas keamanan di klub malam London pada Juni lalu.

Bukan Sekadar Pelanggaran Jam Malam

Yang membuat ECB geram, masalah ini bukan hanya soal keluar malam. Dua dari empat insiden melibatkan perkelahian fisik dan satu lagi berujung pada proses hukum. Padahal, Root baru saja menghapus kebijakan jam malam yang diterapkan pendahulunya dengan alasan ingin memperlakukan pemain sebagai orang dewasa.

Carse sendiri tidak ditahan dan tidak sedang bertugas bersama tim nasional saat kejadian. Ia baru saja dilepas dari skuad untuk laga pertama melawan Pakistan dan kembali membela Durham. ECB baru mengetahui insiden ini pada Minggu sore dan akan memutuskan apakah Carse tetap dipertahankan dalam skuad untuk Tes kedua di Lord's.

Pertanyaan untuk Ben Stokes

Kehadiran Stokes dalam insiden ini kembali memunculkan pertanyaan. Meski sudah pensiun dari tim nasional, Stokes masih berstatus karyawan ECB melalui kontrak pusatnya. Tiga pekan lalu, ia membantah tim Inggris memiliki budaya minum-minum, namun ia kembali muncul di tengah insiden yang melibatkan rekan setimnya.

Direktur Kriket ECB, Rob Key, sebelumnya menolak menyebut tim Inggris sebagai "aib nasional" setelah insiden Stokes-Atkinson pada Juni. Kini, ia mungkin harus kembali memberikan penjelasan. Satu hal yang pasti: tanpa sanksi tegas seperti skorsing atau pencoretan dari skuad, kebiasaan buruk ini kemungkinan akan terus berulang.

Reporter: Mahsyar Hamdani