Pemulihan Pascabencana Terus Berlanjut: 178 SPAM Kembali Berfungsi, Rehabilitasi Infrastruktur Dikejar

SPAM di tiga provinsi kembali berfungsi penuh dalam pemulihan pascabencana.
Penulis: Saifuddin Wahid
Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:09:32 WIB

JAKARTA — Upaya pemulihan layanan air bersih pascabencana menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sebanyak 178 SPAM yang tercatat dalam data penanganan seluruhnya telah kembali fungsional, dengan rincian 71 unit di Aceh, 45 unit di Sumatera Utara, dan 62 unit di Sumatera Barat.

Sementara itu, dari sektor hunian, 1.794 dari total 1.914 unit di 18 lokasi telah berhasil diselesaikan. Adapun 120 unit rumah lainnya yang belum selesai masih dalam proses penanganan di Sumatera Utara. Selain itu, penanganan terhadap 702 fasilitas umum juga telah tercatat rampung dikerjakan.

Capaian Kementerian PU di Bawah Kepemimpinan Dody

Seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari pekerjaan Kementerian PU di bawah kepemimpinan Dody. Fokus utama penanganan tidak hanya tertuju pada pembukaan kembali akses jalan, tetapi juga mencakup pemulihan layanan dasar masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana.

Meski demikian, pekerjaan pemulihan ini belum seluruhnya tuntas. Dari 31 daerah irigasi kewenangan pusat yang terdampak, baru 13 lokasi yang selesai ditangani. Sementara untuk daerah irigasi kewenangan daerah, hanya dua dari 65 lokasi yang tercatat telah rampung dikerjakan.

Pada sektor bendung, empat dari 14 bendung nasional yang terdampak telah selesai ditangani. Sementara itu, tiga dari 52 bendung daerah juga telah dinyatakan rampung diperbaiki.

Lanjutan Pekerjaan Pasca Tanggap Darurat

Kondisi tersebut membuat pekerjaan Dody berlanjut meski fase tanggap darurat telah dinyatakan selesai. Jika pada hari-hari pertama fokus utama adalah membuka akses jalan dan mengembalikan layanan dasar, maka tahap berikutnya diarahkan untuk memastikan proses rehabilitasi infrastruktur tetap berjalan dengan baik.

Arah penanganan ini pun mulai bergeser menuju upaya mitigasi. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko kerusakan yang lebih parah apabila bencana kembali terjadi di kemudian hari.

Pembangunan Sabo Dam di Kawasan Gunung Marapi

Di kawasan Gunung Marapi, Sumatera Barat, pembangunan delapan sabo dam tahap pertama telah dimulai pada Maret 2026. Dari jumlah tersebut, lima unit berada di Kabupaten Tanah Datar dan tiga unit lainnya berlokasi di Kabupaten Agam.

Delapan sabo dam tersebut dirancang dengan kapasitas tampung sedimen mencapai sekitar 440.000 meter kubik. Infrastruktur ini disiapkan untuk menahan material dan mengurangi dampak apabila aktivitas Gunung Marapi kembali memicu aliran material ke wilayah di bawahnya.

Pemerintah telah merencanakan pembangunan total 56 sabo dam secara bertahap di 24 sungai sepanjang periode 2026-2029. Proyek jangka panjang ini menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana di kawasan tersebut.

Pola Tantangan dan Komitmen Pemulihan

Dari Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), Dody menghadapi pola tantangan yang hampir sama. Tantangan tersebut meliputi kecepatan bergerak saat bencana terjadi, upaya mengembalikan konektivitas dan layanan dasar, serta menjaga keberlanjutan pemulihan setelah keadaan darurat berakhir.

Bagi Dody, kecepatan penanganan di hari-hari pertama menjadi faktor krusial. Hal ini karena akses yang terputus turut menghambat distribusi bantuan dan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, pekerjaan tidak lantas berhenti setelah jalan kembali dapat dilalui.

Pemulihan air bersih, hunian, irigasi, bendung, hingga pembangunan infrastruktur mitigasi menjadi agenda pekerjaan berikutnya. Seluruh upaya ini dilakukan untuk memastikan wilayah terdampak tidak hanya kembali berfungsi normal, tetapi juga lebih siap dalam menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.

Reporter: Saifuddin Wahid