BPBD Riau Larang Warga Terbangkan Drone Dekat Lokasi Karhutla, Bisa Tabrak Heli Waterbombing di Kampar

BPBD Riau melarang warga menerbangkan drone di dekat lokasi karhutla di Kampar untuk mencegah tabrakan dengan helikopter waterbombing.
Penulis: Mahsyar Hamdani
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:42:01 WIB

PEKANBARU — Operasi pemadaman Karhutla di Riau menghadapi ancaman baru. Bukan dari meluasnya api, melainkan dari ulah warga sipil yang menerbangkan drone di dekat area kerja helikopter waterbombing.

Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, mengungkapkan insiden ini terjadi saat timnya tengah melakukan pemadaman di Tapung, Kabupaten Kampar, Sabtu (22/8/2026). Keberadaan drone tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan penerbangan.

Lima Risiko Fatal Jika Drone Tetap Diterbangkan

Edy Afrizal merinci setidaknya ada lima bahaya utama jika drone tetap dipaksakan terbang di area operasi. Ancaman terbesarnya adalah tabrakan langsung dengan helikopter yang bisa memicu kerusakan serius hingga kecelakaan fatal.

Selain itu, perangkat tersebut juga berpotensi mengganggu sistem navigasi dan komunikasi helikopter. Gangguan ini dinilai krusial karena dapat memecah konsentrasi pilot saat melakukan manuver menjatuhkan air.

"Mengganggu konsentrasi dan manuver pilot saat menjatuhkan air. Menghambat upaya pemadaman dan berpotensi memperluas dampak Karhutla. Serta membahayakan keselamatan awak dan masyarakat," ungkapnya.

Alasan Larangan Ini Bersifat Mutlak

Larangan ini bukan tanpa alasan. Operasi waterbombing saat ini menjadi salah satu andalan utama untuk menjangkau titik api di wilayah yang sulit diakses darat. Helikopter yang terbang rendah sangat rentan terhadap benda asing seperti drone.

"Hari ini tim sedang melakukan pemadaman di Tapung Kabupaten Kampar, namun ada masyarakat sipil yang menerbangkan drone di lokasi yang berdekatan dengan titik pemadaman dan ini berpotensi membahayakan penerbangan heli waterbombing," kata Edy Afrizal.

Pihaknya menegaskan bahwa keselamatan personel di lapangan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Gangguan sekecil apapun bisa berakibat fatal bagi awak pesawat dan warga di sekitar lokasi.

Dukungan Warga Sangat Dibutuhkan

Pemerintah Provinsi Riau berharap masyarakat dapat memahami situasi genting ini. Mendukung kelancaran operasi pemadaman dinilai jauh lebih penting daripada mengambil dokumentasi udara dari jarak dekat.

"Mari bersama-sama mendukung kelancaran operasi waterbombing dan menjaga keselamatan seluruh personel di lapangan. Utamakan keselamatan! Jangan menerbangkan drone selama operasi pemadaman berlangsung," tegas Edy Afrizal.

Pemprov Riau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya penyelamatan hutan dan lingkungan. Operasi waterbombing dilakukan sebagai langkah cepat untuk memadamkan titik api di sejumlah wilayah Riau yang rawan Karhutla.

Reporter: Mahsyar Hamdani